Showing posts with label Kolaborasi. Show all posts
Showing posts with label Kolaborasi. Show all posts

Mar 14, 2015

Belajar Bermanfaat Untuk Orang Lain

Saya merasa .BdgBerkebun adalah sebuah rumah yang berisikan orang-orang yang sangat positif dan kreatif. Latar pendidikan berbeda bukanlah penghalang dan hambatan bagi kami untuk berbagi kebermanfaatan dari kegiatan yang kami lakukan yaitu berkebun. Perbedaan inilah yang membuat kami saling belajar satu sama lain, saling memahami, saling menerima dan saling menghargai.

Pada bulan februari 2015, tepatnya ketika kami berulang tahun yang ke-4, tanpa disengaja mungkin inilah yang dinamakan takdir. Kami diberikan kesempatan berkolaborasi berkebun dengan rumah baca ujung berung. Mungkin pernah mendengar rumah baca ujung berung (RBU) yang berlokasi di dalam perumahan ujung berung indah?


Sekilas cerita tentang Rumah Baca Ujung Berung (RBU)….

Rumah baca ujung berung didirikan dari kepedulian pengelola terhadap budaya membaca pada masyarakat di sekitarnya. Pengelola sebagai pengurus PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) memiliki suatu harapan yang besar terhadap kualitas dan kuantitas membaca warganya, terlebih dahulu pengelola menarik minat warga dengan mengadakan kegiatan di rumah baca. Hingga akhirnya Rumah baca Ujung berung mulai banyak memiliki kegiatan diantara belajar bahasa mandarin, lomba mewarnai anak usia TK dan SD, berkebun, menulis, berdongeng, dan lain-lain. Rumah Baca Ujung Berung salah satu rumah baca/Taman Bacaan Masyarakat yang telah meraih banyak prestasi di Kota Bandung. Banyak hal positif dan bermanfaat yang telah banyak dilakukan oleh Rumah Baca Ujung Berung sebagai bentuk kepeduliannya kepada warga. 
 

Ide Awal Kolaborasi Kegiatan Berkebun

Saat itu saya bertemu dengan pengelola bu Santi di suatu kegiatan taman bacaan masyarakat yang sedang dikelola oleh CSR saya bekerja. Entah mungkin Alloh SWT yang menggerakan hati dan pikiran ini untuk berkunjung ke rumah baca. Awalnya beliau cerita banyak sejarah berdirinya rumah baca ujung berung dan kegiatan-kegiatan yang telah rumah baca ujung berung lakukan selama ini. Hingga beliau pun bercerita kegiatan kebun yang dilakukannya bersama para pemuda karang taruna dan ibu-ibu PKK, serta keinginan beliau untuk belajar membuat media tanam yang sesuai dengan wilayahnya. Wilayah rumah baca ujung berung adalah rumah padat penduduk, jalan masuknya saja kecil, hanya dapat dilewati 1 motor. Kebayang bukan selebar apakah jalannya? Bagaimana mungkin untuk berkebun di wilayah tersebut? 
 
Setelah saya amati dengan baik-baik wilayah tersebut dan minat masyarakat yang sudah sering berkebun, saya mengusulkan vertical farming sebagai salah satu media tanam kreatif. Tentunya vertical farming ini dapat dikreasikan si pembuatnya. Tentunya ide vertical farming ini, tidak saya dapatkan dari pemikiran saya pribadi melainkan dari sekian banyak pengalaman dan ilmu berkebun yang saya lakukan dengan keluarga saya terkasih .BdgBerkebun. Kemudian saya berpikir, tak ada salahnya jika kami berkunjung dan berbagi ilmu & pengalaman kepada masyarakat di sekitar rumah baca ujung berung. Bukankah ini suatu kegiatan yang bermanfaat bagi kami dan rumah baca ujung berung yang melibatkan warga? Kami bukanlah seorang petani, tukang kebun atau ahli hidroponik/vertical farming/pertanian/perkebunan, kami adalah sekumpulan pemuda-pemudi yang memiliki spirit untuk melakukan kegiatan positif yaitu berbagi ilmu, pengalaman dan bermanfaat bagi masyarakat di Bandung. 
 
 
Hasil kesepakatan yang berbuah manis…

Keputusan kolaborasi kegiatan ini adalah hasil kesepakatan bersama antara para penggiat .BdgBerkebun. Why? Karena .BdgBerkebun terdiri dari banyak kepala, bukan saya saja. Awalnya dari ide saya dan pengelola rumah baca ujung berung, tetapi setiap keputusan kami didasarkan dari hasil diskusi bersama. Ini juga yang saya pelajari dari .BdgBerkebun, diskusi sebagai media belajar yang bermanfaat, kami banyak belajar dari beragam pikiran, berusaha menerima masukan, menghormati ide dan pendapat dari teman-teman yang lain. Terkadang inilah yang membuat saya pribadi sangat nyaman dan bebas berkreasi dan menjalin keluarga dengan penggiat .BdgBerkebun. Di saat saya mengajukan ide berkolaborasi dengan Rumah Baca Ujung Berung kepada mereka, saya hanya berpikir bagaimana kegiatan yang akan kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam kolaborasi ini kami membagikan ilmu, pengalaman berkebun dan membuat vertical farming.


 
Ketika kita telah membagikan suatu hal yang bermanfaat akan ada kepuasan batin yang dirasakan oleh kita. 
 
 
Inilah .BdgBerkebun rumah yang kami tinggali dengan berjuta pemikiran positif dan kreativitasnya, karena saya punya suatu harapan .BdgBerkebun kelak akan terus bergerak membangun melalui ide kreatif dan ketulusan hatinya bersama masyarakat di kota Bandung tercinta.

HIDUP ADALAH BERBAGI, MEMBERI, MENERIMA DAN BERKOLABORASI.
(Lita Rahman, 2015)

Dec 20, 2014

.BdgBerkebun Road to Bandung Agri Market Part 2

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) Bandung mengadakan Bandung Agri Market (BAM) untuk yang ketiga kalinya pada tanggal 14 Desember 2014. Adapun lokasi BAM yang ketiga terletak di Jl. Saparua. Persis pada BAM kedua yang dilaksanakan tanggal 26 Oktober 2014. Dekorasi dan ornamen BAM ketiga pun mirip dengan BAM kedua.

Ornamen Bandung Agri Market (BAM)
Photo by: Kang Yanto

Secara umum BAM ketiga memang mirip dengan BAM kedua. Tak hanya dari host penyelenggara dan pengisi acara, pemandu acaranya pun sama. Mungkin bedanya dari jumlah pengunjung yang kian ramai. Tak hanya warga Bandung tapi juga warga luar Bandung seperti Depok, Jakarta, Kabupaten Bandung, dll. Pengunjung telah mulai berdatangan sebelum jam 7:00 pagi. Padahal belum semua booth sudah siap melayani pengunjung. Sungguh luar biasa antusias pengunjung BAM kali ini.

Pengunjung BAM
Photo by: Kang Yanto

.BdgBerkebun ikut berpartisipasi dalam BAM bulan Desember. Ini merupakan partisipasi kedua .BdgBerkebun setelah BAM kedua bulan Oktober silam. Adapun cerita BAM bulan Oktober dapat dilihat di sini

Booth Bandung Berkebun
Photo by: Kang Yanto

Lokasi booth .BdgBerkebun sama persis dengan BAM bulan Oktober, yaitu booth ketiga dari gerbang timur. Selain .BdgBerkebun, booth Bandung Berkebun juga diisi oleh Kelurahan Kaca Piring dan Bu Cici dari warga Kelurahan Sekeloa. Lagi-lagi pengisi booth juga sama dengan BAM sebelumnya.

Pada booth Bandung Berkebun, pengunjung dapat membeli aneka benih (sayuran, buahan, herb dan bunga), aneka bibit (sayuran, strawberry, anggur, cabe-cabean, herb), media tanam (sekam bakar, pupuk, tanah), media hidrogel, pot, merchandise rajutan. Aneka jualan yang lumayan lengkap. Wajar saja karena pengisi booth Bandung Berkebun juga banyak.

Kesibukan tim .BdgBerkebun
Photo by: Kang Yanto

Keuntungan lain mengunjungi booth Bandung Berkebun adalah pengunjung dapat bertanya dan berdiskusi seputar barang yang dibeli, cara bertanam dan program .BdgBerkebun. Memang itulah tujuan sebenarnya .BdgBerkebun yaitu mengajak warga memanfaatkan lahan kosong untuk berkebun dengan beragam metode seperti berkebun pada pot, hidroponik atau vertikultur.

Pengunjung booth Bandung Berkebun
Photo by: Kang Yanto

Sekitar jam 12:00, pengunjung mulai sepi dan beberapa booth juga sudah membereskan barang-barang pada booth masing-masing. Hal itu juga sesuai dengan rencana host BAM bahwa waktu penyelenggaraan BAM berlangsung mulai jam 07:00 sampai 12:00. Booth Bandung Berkebun pun mulai dibereskan jam 12:00. .BdgBerkebun puas dengan rangkaian BAM meskipun masih ada yang perlu dievaluasi. Sampai juga pada event Bandung Agri Market (BAM) berikutnya…

Bersama Bu Cici, Kang Yanto dan pengunjung booth Bandung Berkebun
Photo by: Bu Cici

Salam Bandung Berkebun

Text by: Rizka

Ngebon Bareng Siswa - siswi TK Mutiara Bunda

2 Desember 2014 .BdgBerkebun kedatangan tamu spesial dari TK Mutiara Bunda. BdgBerkebun sangat senang dengan berkunjungnya TK Mutiara Bunda ke kebun Tubagus Ismail. Memang impian dari .BdgBerkebun adalah berkebun pada semua lapisan umur. Tak hanya dewasa tapi anak-anak pun berkebun. Sambil field trip sambil ngebon sambil makan siang sambil bermain. Very fun for us.

Sekitar jam 10:30, siswa - siswi serta pengajar TK Mutiara Bunda sampai di kebun Tubagus Ismail. Dengan menggunakan seragam berwarna merah, pin bertuliskan nama dan topi, mereka sangat semangat untuk berkebun. Bahkan, beberapa diantara mereka sangat prepare dengan atribut ke lapangan. Ada yang memakai baju double dengan lengan panjang, ada pula yang memakai sepatu booth. Cuaca yang mendukung pada siang hari; tidak hujan dan tidak panas menambah semangat siswa-siswi TK Mutiara Bunda.

Siswa - siswi TK Mutiara Bunda tiba di kebon Tubagus Ismail
Photo by: Winda




Tiba di kebun Tubagus Ismail, siswa – siswi TK Mutiara Bunda yang lucu dan menggemaskan langsung berbaris dengan rapi. Dwi dari .BdgBerkebun langsung memandu acara ngebon bareng saat itu. Terlihat wajah ceria dari siswa – siswi TK Mutiara Bunda. 

.BdgBerkebun pun mengajarkan salam berkebun kepada siswa – siswi TK Mutiara Bunda. Digali! Ditanam! Disiram! Siswa - siswi pun langsung menirukan salam berkebun bersama akang teteh dari .BdgBerkebun.

Tim .BdgBerkebun mengajarkan salam berkebun
Photo by: Vika

Sebelum berkebun, tim .BdgBerkebun menjelaskan dasar berkebun kepada siswa - siswi. Seperti bentuk bedengan, syarat berkebun dan tentunya perbedaan benih dan bibit yang sering tertukar pada masyarakat. Ada hal lucu saat menunjukkan benih kangkung kepada siswa – siswi. Reaksi mereka saat melihat benih kangkung adalah batu bukan benih. Memang bentuk benih kangkung tersebut padat dan mirip serpihan batuan. ^.^

Ini benih kangkung loh bukan batu
Photo by: Amang
Agar materi berkebun lebih fokus dan semua siswa - siswi dapat terlibat, .BdgBerkebun membentuk kelompok kecil sebanyak 5 kelompok dan masing-masing kelompok didampingi seorang fasilitator dari .BdgBerkebun. Masing – masing kelompok diberi nama dengan nama-nama sayuran seperti: terong, bawang putih, paprika, wortel.

Tim .BdgBerkebun membagikan kelompok
Photo by: @sekolahmutbun

Semua kelompok diajak ke bedengan untuk menunjukan aneka tanaman kepada siswa – siswi seperti kangkung, bayam, caisim, dll. Pada bedengan, siswa – siswi juga dapat memegang dan merasakan struktur tanaman. Mereka juga dapat melihat perbedaan tanah, sekam dan pupuk bokashi yang terdapat pada bedengan.


Selanjutnya siswa - siswi menanam benih dan bibit. Ada kelompok yang menanam benih kangkung dahulu dan ada pula yang menanam bibit bayam merah terlebih dahulu. Menanam benih kangkung dilakukan pada bedengan kemudian benih yang telah ditanam tersebut disiram. Sedangkan untuk menanam bibit bayam merah yang telah disemai, dilakukan pada aqua gelas. Setelah ditanam pada aqua gelas, bibit bayam merah tersebut dapat dibawa pulang oleh siswa – siswi. .BdgBerkebun berharap bibit bayam merah tersebut dapat dirawat oleh mereka.

Siswa-siswi bersiap menanam kangkung pada bedengan
Photo by: Vika

Usai menanam benih dan bibit, siswa – siswi diajak menuju bedengan kangkung yang sudah siap panen. Siswa – siswi sangat antusias saat panen kangkung. Mereka memegang tanaman kangkung masing-masing. Dengan jempol di bawah dan diberikan aba-aba. 1… 2… 3… Siswa-siswi pun menarik tanaman kangkung sampai ke akarnya. 

Horeeeee dapet panen kangkung
Photo by: @sekolahmutbun
Wuaaaaa, kangkungnya keras banget
Photo by: Vika
Keceriaan kami
Photo by: Vika

Sebelum dilanjutkan acara games, siswa - siswi berkumpul di tenda untuk makan siang. Mereka pun beristirahat untuk menghilangkan kepenatan usai berkebun.

Uuuhhh Farrah
Photo by: Amang

Perut pun kenyang. Siswa – siswa pun diajak bermain games menyusun puzzle sayuran dan buahan. Tiap kelompok berlomba adu cepat menyusun rangkaian puzzle. Usai bermain games, .BdgBerkebun memberikan souvenir cabe-cabean dan terong-terongan kepada semua siswa. Mereka sangat senang menerimanya. Bahkan, diantara mereka gemes dengan souvenir dan hampir memakan souvenir. Ada pula yang pura-pura menyimpan souvenir pada topi supaya berlebih memperoleh souvenir. Lucu sekali tingkah laku mereka, ya?

Kenang-kenangan hasil karya siswa-siswi TK Mutiara Bunda lucuh ya?
Photo by: Vika

Begitulah rangkaian kegiatan ngebon bareng TK Mutiara Bunda. Siswa – siswi senang, pengajar TK Mutiara Bunda senang dan .BdgBerkebun juga senang.

Foto bersama .BdgBerkebun dengan siswa-siswi dan pengajar TK Mutiara Bunda
Photo by: Vika

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

Dec 4, 2014

.BdgBerkebun to SPECTAday

Photo by: Winda

Memiliki kota yang bersih adalah impian semua warga. Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat demi menciptakan kota bersih di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya memberikan reward berupa piala Adipura kepada kota terbersih. Tak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah pun mengupayakan terwujudnya kota bersih. Seperti kota Bandung membuat Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2005 mengenai penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan (K3). Namun, menurut pemkot Bandung, Perda tersebut belum efektif ditegakkan karena masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan.

Untuk menegakkan K3, Bandung membuat program Bandung Clean Action. Program tersebut tidak hanya memberikan reward kepada warga yang menerapkan K3, tapi juga memberikan punishment kepada warga yang melanggarnya. Secara umum, terdapat 4 kegiatan rutin yang dilakukan dalam program Bandung Clean Action. Pertama, media campaign berupa sosialisasi pada media sosial. Kedua, aksi teladan berupa Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang dilakukan setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Ketiga, membuat kawasan bebas sampah yangmana target tahun ini memiliki 6 kawasan bebas sampah. Keempat, acara SPECTAday untuk sosialisasi K3 kepada warga Bandung.(Sumber: prfmnews.com)

SPECTAday diadakan pada tanggal 30 November 2014 di Taman Balai Kota Bandung. SPECTAday dihadiri oleh Bapak Walikota Ridwan Kamil. Secara umum, rangkaian acara SPECTAday adalah:

1. Penegakkan Perda K3. Seperti diketahui bahwa mulai tanggal 1 Desember 2014, Bandung akan menegakkan Perda K3. Apabila menjalankan program K3 (tidak membuang sampah sembarangan) akan diberikan reward. Namun, apabila membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda uang yang nominalnya berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 50 juta. Waduh, besar banget dendanya. Huhuhu.

Sanksi buang sampah sembarangan
Photo by: @sayangbandung

2. Launching super @hero_bandung PRABU. Superhero identik dengan seorang pahlawan yang menegakkan kebenaran dan keadilan. Demikian juga dengan PRABU. PRABU adalah superhero yang akan menegakkan kedisiplinan Perda K3. PRABU bertugas mengawasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan. PRABU juga mengecek adanya tempat sampah pada mobil. Kalau dulu security hanya mengecek barang berbahaya pada mobil, sekarang PRABU mengecek tong sampah pada mobil.

PRABU
photo by: @hero_bandung

3. Launching Taman Jagoan
4. Apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat aktif dalam memberikan solusi menuju Bandung yang lebih indah dan bersih
5. CSR Bank Mandiri Syari'ah (gala dinner)
6. Presentasi enam kawasan bebas sampah 

SPECTAday dimeriahkan oleh komunitas yang mempunyai visi untuk menciptakan lingkungan kota Bandung yang bersih, indah dan tertib. Salah satu komunitas yang ikut terlibat dalam SPECTAday adalah .BdgBerkebun. Sebagai komunitas lingkungan yang ingin mewujudkan Green Cities, .BdgBerkebun sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara SPECTAday. Meskipun waktunya berbarengan dengan program Bandung Belajar Berkebun, .BdgBerkebun tetap terlibat dalam acara SPECTAday. Dalam stand, .BdgBerkebun memberikan sosialisasi mengenai program .BdgBerkebun seperti Bandung Belajar Berkebun. Selain itu, .BdgBerkebun juga menjual benih dan media tanam untuk mengajak berkebun warga di kota Bandung dan menjadi urban farmer. Mengajak warga Bandung untuk berkebun di rumah masing-masing dengan berbagai metode bertanam yang sesuai dengan luas lahan rumahnya masing-masing. Bisa hidroponik atau vertikultur. Sehingga akan terwujud ketahanan pangan Bandung yang tangguh.

Sempet-sempetnya selfie :))
Photo by: Dwi
Overall, .BdgBerkebun senang dapat berpartisipasi dalam acara SPECTAday. Semoga Bandung dapat mewujudkan kebersihan, keindahan dan ketertiban. Tidak ada masalah lagi tentang sampah (sampah bertebaran di jalan, penggunaan dan pemanfaatan sampah maupun masalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah). Terima kasih Bandung Clean Action atas undangannya.

Salam Bandung Berkebun

Text by: Rizka

Nov 27, 2014

.BdgBerkebun dan Kemeriahan Pasar Seni ITB 2014

credit

Pada tanggal 23 November 2014, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB mengadakan pagelaran seni terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Seni ITB. Pasar Seni yang ke-11 diadakan di kampus ITB tepatnya Jl Ganesha. Pada hari itu, Jl Ganesha ditutup dan jalan pun dialihkan. Kemacetan juga terjadi saat itu. Meskipun demikian, para pengendara angkutan umum harap maklum dengan acara yang diadakan sekali dalam empat tahun tersebut.

Lautan pengunjung pun memenuhi kampus ITB. Meskipun mendung kelam dan hujan deras tak menghalangi antusiasme pengunjung menghadiri Pasar Seni. Bahkan, founder .BdgBerkebun yang sekarang diamanahi Walikota Bandung, Pak Ridwan Kamil dan istrinya Ibu Atalia rela berpayung-payung menembus stand Pasar Seni.

credit
Romantisnya Pak Walikota Bandung dan istri di Pasar Seni

Pasar Seni 2014 diisi lebih dari 300 stand produk, seni, kuliner dan komunitas. Salah satu dari stand tersebut diisi oleh stand .BdgBerkebun. BdgBerkebun baru pertama kali mengisi stand Pasar Seni. Ya ialah, BdgBerkebun baru diresmikan sekitar tahun 2011 sementara event terakhir Pasar Seni tahun 2010. Berhubung .BdgBerkebun baru pertama kali mengisi stand Pasar Seni, tim .BdgBerkebun sudah mempersiapkannya jauh hari sebelumnya oleh Nurul selaku PJ Pasar Seni dari .BdgBerkebun. Sehari sebelum perhelatan berlangsung, tim .BdgBerkebun sudah menghias stand No 8 dengan dekorasi ala urban farmer. Walaupun demikian, ada kepesimisan diantara .BdgBerkebun terhadap acara Pasar Seni. Ada kekhawatiran pengunjung stand .BdgBerkebun sepi, produk yang dijual kurang laris, dll. Maklumlah pengunjung Pasar Seni kan bervariasi dan tidak semuanya interest dengan berkebun.

Hari keramat pun tiba…

Kebetulan event Pasar Seni 2014 bersamaan dengan program Bandung Belajar Berkebun. Alhasil, tim .BdgBerkebun mengatur personilnya untuk menjaga stand di Pasar Seni. Sekitar jam 09:00, beberapa orang dari tim .BdgBerkebun meninggalkan kebun Tubagus Ismail, tempat berlangsungnya Bandung Belajar Berkebun, menuju Pasar Seni ITB. Saat itu, Pasar Seni baru diresmikan oleh Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Setelah diresmikan, pengunjung mulai mengunjungi stand-stand Pasar Seni. Stand .BdgBerkebun pun mulai ramai dikunjungi pengunjung. Diantara pengunjung ada yang membeli produk .BdgBerkebun (benih, media hidroponik, media tanam, dll), ada yang ber-photobooth, ada juga yang bertanya-tanya seputar berkebun dan aktivitas .BdgBerkebun. Menjelang siang hari, hujan membasahi Pasar Seni bahkan stand .BdgBerkebun bocor karena rembesan air. Akan tetapi, antusias pengunjung terhadap stand .BdgBerkebun cukup tinggi. Sembari berteduh, pengunjung menanyakan tata cara menanam, seluk beluk .BdgBerkebun dan akhirnya mereka membeli produk .BdgBerkebun.

BdgBerkebun ikutan narsis, hehehe

Menjelang sore, stand .BdgBerkebun semakin ramai dikunjungi. Beberapa produk yang dijual sudah habis. Meskipun beberapa pengunjung kecewa karena tidak dapat membeli produk yang diinginkan, tetap saja banyak yang masih antusias dengan benih, cara menanam benih dan media hidroponik.

Pengunjung yang ber-photobooth juga makin ramai. Dengan menggunakan caping ala petani dan barang-barang pelengkap yang bertema urban farmer, penampilannya tampak "kekinian" saat berfoto. Beberapa diantaranya juga meng-upload foto saat mengunjungi stand .BdgBerkebun kemudian mem-follow dan mention akun twitter & instagram @BdgBerkebun.
 
Testimonial pengunjung stand BdgBerkebun

Ternyata rasa pesimis .BdgBerkebun beberapa hari sebelumnya tidak terjadi. Justru melalui Pasar Seni ITB 2014, banyak kegembiraan dan kepuasan yang kami rasakan. Dengan berpartisipasinya .BdgBerkebun pada Pasar Seni ITB 2014, .BdgBerkebun mendapat omset penjualan produk yang lumayan. Akun media sosial sebagai media campaign juga ramai dengan bertambahnya follower. Bahkan, sehari setelah Pasar Seni, banyak yang menghubungi anggota .BdgBerkebun untuk join dan menjadi bagian dari .BdgBerkebun. Selain itu, ada juga yang menghubungi anggota .BdgBerkebun untuk membeli produk (contoh: benih). Wuah, .Bdgberkebun bersyukur sekali menjadi bagian dari Pasar Seni ITB 2014. Terima kasih kepada panitia Pasar Seni ITB 2014 yang telah mengundang .BdgBerkebun untuk menjadi bagian dari Pasar Seni ITB 2014. Kami sangat senangggg…

Testimonial tim .BdgBerkebun

Salam Bandung Berkebun

Penulis: Rizka

Nov 11, 2014

Happy-Happy di Funtastea Chatime

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 7-9 November 2014, .BdgBerkebun menghadiri undangan dari Chatime. Franchise minuman bubble tea asal Taiwan yang menyajikan teh dengan 60 varian rasa dan topping tersebut merayakan opening gerai ke-100. Sejak pertama hadir di Indonesia yaitu Februari 2011, Chatime telah memiliki 99 gerai yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Bali dan Makasar. Kemudian 7 November 2014 gerai ke-100 pun lahir di Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung.

Untuk merayakan gerai ke-100, Chatime mengadakan event yang bernama Funtastea di Chatime Living Plaza Dago. Nah loh gerai ke-100 terletak di BIP tapi party di Living Plaza Dago, aneh kan? Selidik punya selidik acara Funtastea Chatime diadakan di Living Plaza Dago karena gerainya terbesar di kota Bandung. Beda jauh dengan gerai Chatime BIP yang mini dan hanya bisa order secara take away.

Kemeriahan Funtastea Chatime

Berhubung .BdgBerkebun memiliki acara Bandung Belajar Berkebun minggu pagi, maka kami baru bisa menghadiri Funtastea jam 11:00. Meskipun telat, .BdgBerkebun disambut oleh panitia Funtastea dengan ramah. Kami diberi seabrek goodie bag yang isinya boneka unyu-unyu, alat tulis, mouse pad, pin dan kipas. Tak hanya itu, .BdgBerkebun juga diberi hot fried chicken steak dan minuman chatime gratis dengan dua pilihan rasa yang recommended; superior pure cocoa dan mango green tea with rainbow jelly. Wuahhhh senang banget donk pastinya. Habis letih dan kepanasan di kebun langsung menikmati hidangan segar dan enyak. Yummy!

Photo booth sambil pamer goodie bag
Menikmati hidangan Chatime
Kira-kira sapa yah seseorang ini?

Puas menikmati hidangan Chatime, .BdgBerkebun berfoto-fiti dan bermain di carnival mini games. Terdapat 4 jenis games yangmana 3 diantaranya lempar-lemparan bola dan panah asmara sedangkan 1 games lainnya meletakan mata baby tea tapi pemainnya harus tutup mata. Setiap games mendapatkan point. Point tersebut diakumulasikan dan pemain mendapatkan gift sesuai dengan total point yang telah diakumulasikan. Ada yang dapet bollpoint, mouse pad, pin, dll.

selfie dulu kaka

Kebetulan saat .BdgBerkebun menghadiri Funtastea Chatime, Bobotoh dan warga Bandung sedang mengadakan euphoria kemenangan #PersibJuara. Para bobotoh mengadakan pawai kendaraan bermotor dan melewati jalanan Dago, persis di depan Chatime Living Plaza Dago. .BdgBerkebun pun memanfaatkan moment tersebut dengan selfie bersama bobotoh di jalanan. Bahaha, kapan lagi selfie di jalanan bersama bobotoh pulak?

selfie dengan bobotoh, yippiyyy

Sebenarnya masih banyak acara Funtastea Chatime yang telah diadakan selama 3 hari. Ada press conference, lomba design cup chatime, penampilan band, modern dance, GAC (Gamal Audrey Cantika), dan aksi sosial "Baby Tea Fun Walk" yang merupakan program berbagi kebahagiaan bersama 100 anak yatim. Hmm, benar-benar acara yang manarik. Tak hanya acara hura-hura tapi juga acara sosial yang berempati. Good Job Chatime!

Maacih Chatime, we are happy...

Finally, terima kasih kepada Chatime yang telah mengundang .BdgBerkebun. Selamat atas lahirnya gerai ke-100. Semoga Chatime selalu menyuguhkan menu yang inovatif dan lezat serta menjadi perusahaan franchise minuman terbesar di dunia. Aamiin.

Salam Bandung Berkebun