Showing posts with label Bandung Belajar Berkebun. Show all posts
Showing posts with label Bandung Belajar Berkebun. Show all posts

Jan 9, 2015

[BBB #3 Minggu 8] Panen Raya

21 Desember 2014 adalah minggu terakhir dari program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3). Wuah, ngga terasa yah, perasaan baru kemaren kumpul perdana di kebun Tubagus. Minggu terakhir adalah puncak dari serangkaian program BBB #3, yaitu PANEN RAYA. Memang seharusnya panen merupakan puncak dari berkebun, bukan? Setelah menanam benih, tumbuh batang dan daun, makin tumbuh dewasa, lalu dipanen deh…

Maunya sih bedengan setiap kelompok dapat dipanen. Tapi iya gitu, amat disayangkan ngga semua bedengan tumbuh subur. Maklumlah waktu pelaksanaan BBB #3 juga saat musim hujan. Mungkin bisa menjadi salah satu penyebab kurang suburnya semua bedengan. Alhasil hanya beberapa bedengan yang dapat dipanen. Walaupun demikian, semua itu tidak mengurangi keceriaan peserta BBB #3 dan penggiat Bandung Berkebun untuk memanen aneka tanaman. Hasil panen pun jumlahnya lumayan untuk dimasak dan dibawa pulang. ^.^

Horeeeee panen...

Usai panen, kami pun memasak supaya dapat menikmati hasil berkebun yang telah ditanam selama 8 minggu. Ada dua tim saat proses pengolahan masakan. *Sebenarnya bukan tim juga, hanya pembagian tugas. Tim cowo bertugas mencuci hasil panen dan tim cewe bertugas memasak makanan.

calon suami idaman itu adalah cowo yang mau nyuciii sayur
calon istri idaman itu adalah cewe yang bisa masak
Dua menu utama yang dimasak yaitu tumis kangkung dan capcay. Selain itu, ada juga cemilan yang dimasak seperti salad bayam, bayam goreng tepung, tahu, tempe, ikan asin, dan kol goreng tepung. Sebanarnya masih mau masak mie campur caisim. Khawatir mubazir makanya ngga jadi dimasak.


Tak beberapa lama kemudian, masakan pun selesai dimasak. Setelah itu, nasi dan masakan dihidangkan pada daun pisang yang segede gaban. Iya, kami botram rame-rame. Semua yang hadir sangat menikmati masakan. Apalagi peserta BBB #3. Bagaimana tidak? Semua proses dari menanam, memanen sampai memasak dikerjakan sendiri. Sungguh kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. ^.^

nyam nyam nyam

Perut kenyang… Kami pun mulai membersihkan dan merapikan daun pisang dan sisa makanan. Ada untungnya menggunakan daun pisang karena dapat membusuk di alam dan dapat juga didaur ulang untuk dijadikan composting.

Kebun pun rapi kembali. Kemudian panitia BBB #3 mengadakan ramah tamah dengan peserta BBB #3 yang mulai saat itu sudah berubah status menjadi penggiat baru Bandung Berkebun. Setiap penggiat baru memberikan kesan, kritik dan sarannya mengenai program BBB #3. Alhamdulillah, penggiat baru sangat menikmati rangkaian program BBB #3 meskipun ada juga kritik yang membangun. Wajar saja karena tak ada gading yang tak retak. Panitia BBB #3 juga menyadari kekurangan program BBB #3. Kami berharap program BBB makin baik dan terus berlangsung sampai BBB season berikutnya mengalahkan sinetron Tersanjung jaman 90’s yang ber-season season. Hehehe

Testimonial penggiat baru Bandung Berkebun

Oh iya, selama rangkaian BBB #3 mulai minggu 1 – 8 ada dokumentasi foto yang sayang hanya disimpan di bawah bantal folder saja. Seperti foto-foto di bawah ini:

au au au ekspresinya samaan gituh teh
Akang teteh berkacamata liat apaan tuh di langit?
ayo lagi ngapain tuh berduaan? prikitiuwwww
semangat sekali nge-cangkulnya... keren!!!
ada yang curi-curi pandang. uhuyyyy
duh, ekspresinya ngegemesin sampe di-upload 2X

Demikianlah rangkaian program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3). Semoga bermanfaat… Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan dari panitia BBB #3. Oh iya, untuk melihat rangkaian kegiatan BBB #3 dari minggu sebelumnya, silahkan klik link di bawah ini:

Foto bersama sebagai penutup rangkaian BBB #3
 
Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Dec 27, 2014

[BBB #3 Minggu 7] Berbagi Spirit .BdgBerkebun

Yak, tidak terasa Bandung Belajar Berkebun # 3 (BBB #3) ini sudah memasuki minggu ke-7. Nah pada minggu ke-7 yang diadakan tanggal 14 Desember 2014 ini, saatnya berbagi tentang komunitas .BdgBerkebun. Kenapa perlu berbagi soal komunitas .BdgBerkebun? Bukannya udah pada tau .BdgBerkebun itu apa? Iya udah tau sih, tapi masih yang umum-umum aja. Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini kita ingin memperkenalkan .BdgBerkebun lebih jauh…eh, lebih dekat maksudnya!

Sebelum diskusi, kita panen dulu nya

Ketika berbicara tentang .BdgBerkebun, tak pernah lepas dengan yang namanya spirit. Mengapa? Ya, karena inti dari .BdgBerkebun adalah spirit. Spirit untuk mewujudkan tujuan besar kita yaitu Se-Bandung Berkebun, alias mengajak sebanyak-banyaknya (bahkan semua!) masyarakat di Bandung untuk berkebun. Pada dasarnya .BdgBerkebun sendiri adalah sebuah pergerakan, sedangkan komunitas merupakan 'wadah'.

Nah, agar spirit nya lebih terasa maka pada pertemuan kemarin kita menghadirkan penggiat-penggiat kece .BdgBerkebun yang kebetulan sudah lumayan lama nggak nongol di kebun untuk berbagi tentang pengalamannya di .BdgBerkebun. Ada teh Listi, kang Arief, kang Denata, kang Ardi, dan kang Angga. Karena saat itu yang hadir tidak terlalu banyak, maka situasi ini dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadikan diskusi saat itu menjadi lebih 'intim' alias dekat dan interaktif. Hehehe…

Diskusi ini diawali oleh penceritaan semua orang yang ada di situ mengenai kegiatan masing-masing saat ini dan alasan ingin bergabung dengan .BdgBerkebun. Ternyata kegiatan sehari-hari penggiat .BdgBerkebun memang bermacam-macam, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, pebisnis online, karyawan, psikolog, arsitek, dll. Tujuan bergabung di .BdgBerkebun juga tidak kalah variatif, mulai dari yang memang ingin belajar berkebun dengan serius, ingin menambah pergaulan, mengisi waktu luang, ajang refreshing saat mengerjakan tugas akhir, bahan tugas akhir, mengkontribusikan ilmu, hingga mencari jodoh! Haha. Ini lah menariknya .BdgBerkebun, di mana orang-orang di dalamnya terdiri dari berbagai latar belakang dan minat yang berbeda-beda, namun berkolaborasi sedemikian rupa untuk mewujudkan tujuan bersama. Jadi tidak sepenuhnya tepat kalau .BdgBerkebun dikatakan sebagai kumpulan orang-orang yang hobi berkebun (saja), karena minat kami sebenarnya bermacam-macam. Tidak tepat pula jika dikatakan .BdgBerkebun sebagai ahlinya berkebun, karena kenyataannya kami nggak jago-jago amat berkebun (silakan tengok http://chirpstory.com/li/63637 untuk cerita lebih lanjut tentang Yes Vs No-nya .BdgBerkebun). Meskipun nggak jago-jago amat berkebun, kami membuka ruang untuk belajar berkebun bersama melalui proses berbagi. Berbagi ilmu, pengalaman, manfaat, energi, waktu, peralatan, pinjaman lahan, dan lain-lain.

serunya diskusi spirit .BdgBerkebun

Di sela diskusi seru ini, akang-teteh penggiat .BdgBerkebun juga bercerita mengenai keseruan ketika mengkolaborasikan ilmu dalam menggulirkan pergerakan .BdgBerkebun. Misalnya, bagaimana ilmu manajemen sains – hubungan internasional – psikologi – arsitektur – pertanian – keahlian memasak bisa berkolaborasi dalam memunculkan dan mewujudkan ide di .BdgBerkebun. Kolaborasi memang menjadi salah satu kunci dalam pergerakan .BdgBerkebun. Tidak hanya internal antar penggiat, tetapi juga kolaborasi dengan komunitas lain yang senantiasa saling melengkapi dan menghasilkan warna tersendiri. Diceritakan pula mengenai asal-usul beberapa istilah yang menjadi trademark .BdgBerkebun, seperti CreatifarmingTM (http://chirpstory.com/li/112378 ), dan juga tagline .BdgBerkebun (http://chirpstory.com/li/77977 ).

Diskusi ini rupanya menjadi terus berkembang alias ngaler ngidul. Tak hanya bercerita tentang komunitas, tetapi juga manfaat dari berkebun serta mengikuti komunitas .BdgBerkebun. Salah satu bahasan ketika itu adalah, berkebun membuat kita menjadi lebih berbahagia. Menanam, merawat, memanen, hingga memasak dan memakan sayur hasil sendiri…kewl bingiiits kan?! Ya, hal-hal seperti inilah yang membuat kami lebih bahagia. Ditambah berkumpul dan belajar bersama teman-teman baru. Berkontribusi kepada lingkungan, karena lewat berkebun lingkungan menjadi lebih hijau. Lewat mengkonsumsi sayur yang ditanam sendiri, kita tahu betul makanan yang kita makan aman, dan tidak menghasilkan karbon dari transportasi yang kita gunakan jika membelinya di luar rumah. Sehat dan bahagia. Ah, what a luxury, isn’t it?. Sedangkan manfaat dari mengikuti komunitasnya sendiri, di antaranya menambah wawasan dan jejaring pergaulan. Bahkan ada beberapa penggiat yang mendapat pekerjaan karena jejaring .BdgBerkebun, dan bahkan ada juga yang menemukan jodohnya di sini lho… cihuuy!


Kembali soal spirit. Pertanyaan penting yang muncul adalah,

"Bagaimana spirit ini tetap bisa hidup meskipun generasi silih berganti?"

Bukan hal yang mudah untuk dijawab memang, karena spirit merupakan sesuatu yang sangat abstrak. Untuk menjaga sesuatu tetap 'hidup' adalah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya (misalnya : makan, bernafas, dsb.). Ciri kehidupan di antaranya adalah adanya energi yang menimbulkan perubahan, perkembangan, dan pergerakan. Singkat kata, hidup itu dinamis. Berdasarkan pemahaman dan pengalaman kami, sepertinya salah satu kunci yang perlu dijaga agar spirit tetap hidup adalah selalu adanya pembaharuan alias inovasi. Pembaharuan inilah yang memicu orang-orang di dalamnya untuk senantiasa berkreasi melalui proses diskusi hingga eksekusinya. Pembaharuan yang berasal dari gairah (=energi) menggulirkan pergerakan *tsahhh*. Pembaharuan yang tetap berpegang teguh pada tujuan utama.

Tak terasa matahari semakin meninggi, dan diskusi seru ini pun harus diakhiri. Meskipun diskusinya sudah selesai, semoga menjadi benih diskusi-diskusi seru lainnya untuk menjaga spirit .BdgBerkebun terus menggelora. Salam berkebun!


Berkebun hanya butuh sedikit lahan, banyak keinginan, dan sejibun kreativitas!

Testimonial peserta BBB #3

Dec 20, 2014

[BBB #3 Minggu 6] Field Trip to InaGreen Farm

Minggu keenam Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) menunjukan benih yang ditanam makin remaja. Tapi belum dapat dipanen karena belum cukup umur. Sembari menunggu masa panen, .BdgBerkebun mengadakan acara field trip ke perkebunan sayuran organik Lembang bernama InaGreen Farm pada tanggal 6 Desember.

.BdgBerkebun dan peserta BBB #3 berkumpul di kebun Tubagus Ismail jam 8:00. Sebelum berangkat, kami membersihkan bedengan; membolak-balikan tanah, membersihkan gulma, menyemprot pestisida nabati dan menyiram tanaman.

Setelah satu jam membersihkan bedengan, .BdgBerkebun dan peserta BBB #3 berangkat ke InaGreen Farm. Bisa dibilang perjalanan menuju lokasi InaGreen Farm tersebut membutuhkan perjuangan. Jalan yang kurang mulus diselingi berkali-kali tajaman dan tikungan curam harus dilewati. Namun, perjalanan tersebut terbayar setelah menemukan perkebunan InaGreen Farm yang luasnya berkali-kali kebun Tubagus Ismail.

Sekilas tentang InaGreen Farm

InaGreen Farm merupakan perkebunan sayuran organik yang memiliki luas sekitar 7000 meter dan memiliki 11 green house. Hasil panen InaGreen Farm dapat ditemukan pada supermarket Bandung dan sekitarnya. Seperti: Borma, Yogya, supermarket STBD (STBD itu nama gahol dari SeTiaBuDi, hehehe). InaGreen Farm merupakan perkebunan milik Kang Bimo yang merupakan salah satu pendiri .BdgBerkebun. Saat ini, InaGreen Farm memiliki jumlah pekerja sebanyak 12 orang termasuk pekerja lapangan maupun kantor. Hari kerja InaGreen Farm mulai dari hari senin sampai sabtu. Hari minggu adalah hari libur makanya field trip InaGreen Farm tidak berlangsung pada hari Minggu.

Green house InaGreen Farm
Photo by: Yayuk

Tiba di InaGreen Farm, kami disambut baik oleh Kang Koswara yang merupakan salah satu pegawai InaGreen Farm. Kang Koswara mengajak kami berkeliling green house sambil menjelaskan tanaman organik.

Kang Koswara
Photo by: Yayuk

Menurut Kang Koswara, ada 11 tanaman yang sedang dibudidayakan InaGreen Farm yaitu: salada, lolorosa, romaine, pakcoy, kangkung, horenso, bayam, bayam merah, endive, caisim dan kailaan. Tanaman - tanaman tersebut merupakan tanaman yang sering ditanam pada dataran rendah yang memiliki intensitas matahari penuh dan umur panen sekitar 35-40 hari. Semua bibit ditanam pada bedengan setelah disemai terlebih dahulu. Semua bedengan dilapisi plastik mulsa untuk menjaga kualitas tanaman dari penyakit serta menjaga tanaman saat hujan agar tidak langsung jatuh ke tanah. Plastik mulsa dapat juga digunakan saat musim kemarau untuk menjaga kelembaban tanah sehingga tidak tumbuh gulma.

Peserta BBB #3 tampak serius mendengarkan penjelasan Kang Koswara
Photo by: Dwi

Perawatan tanaman dilakukan dengan penyiraman dan pemupukan. Biasanya penyiraman dilakukan 2X/hari saat musim kemarau. Sedangkan musim hujan hampir tidak pernah disiram karena intensitas hujan sudah cukup membasahi tanaman. Untuk pemupukan, InaGreen Farm menggunakan dua pupuk yaitu pupuk untuk akar dan daun. Pupuk kandang digunakan untuk menjaga kualitas tanah dan akar tanaman. Biasanya InaGreen Farm membutuhkan 5 gerobak pupuk kandang dari kotoran sapi, ayam dan sisa sortiran daun untuk 1 meter bedengan. Pupuk daun menggunakan pupuk organik yang dibeli di pasaran dengan frekuensi penggunaan pupuk disesuaikan dengan petunjuk pemakaian.

Diantara 11 tanaman yang dibudidayakan InaGreen Farm, yang menjadi best seller adalah bayam, kangkung, pakcoy dan salada. Meskipun demikian, beberapa diantara tanaman yang dibudidayakan InaGreen Farm belum familiar. Kang Koswara pun mengajak kami ke bedengan tanaman yang belum familiar sambil menjelaskan tanaman tersebut.

Horenso

Horenso
Photo by: Yayuk

Horenso disebut juga dengan bayam jepang. Sekilas bentuk struktur horenso memang mirip dengan bayam lokal hanya ukurannya lebih besar. Umur panen horenso sekitar 40 hari. Perawatan horenso pun sulit sehingga harga jual horenso paling mahal diantara tanaman yang dibudidayakan InaGreen Farm.

Lolorosa

Lolorosa
Photo by: Yayuk

Bentuk lolorosa mirip dengan salada merah. Namun struktur daunnya lebih keriting daripada salada merah. Lolorosa sering digunakan sebagai makanan salad.

Romaine lettuce

Romaine lettuce
Photo by: Yayuk

Benih romaine lettuce merupakan benih termahal diantara benih InaGreen Farm. Namun, perawatan romaine lettuce tidak sesulit horenso. Romaine lettuce tidak menggunakan pestisida nabati. Sehingga harga jual romaine lettuce tidak semahal horenso. Biasanya umur panen romaine lettuce sekitar 35 hari.

Pakcoy

Bentuk pakcoy mirip dengan sosin dan sawi. Bedanya hanya dari daun yang tidak bisa melebar. Pakcoy dapat diolah dengan ditumis atau direbus sebelum dimakan.

Endive

Endive
Photo by: Yayuk

Bentuk endive mirip dengan salada tapi sangat keriting. Benih endive disemaikan selama 2 minggu dan umur panennya sekitar 35 hari.

Kailaan

Kailaan berasal dari China. Umur panen kailaan sekitar 40 hari. Kailaan dapat dimasak langsung dengan direbus atau ditumis.

Selain menjelaskan tanaman InaGreen Farm, Kang Koswara juga memberikan tips menanam organik sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui benih yang baik, dapat dilakukan cara berikut: rendam benih pada air hangat. Perhatikan benih setelah 5 menit. Jika benih tenggelam, maka itulah 100% benih. Jika benih terapung, itu bukan benih.
  2. Penyiraman paling baik pada musim kemarau karena dapat mengatur intensitas air.
  3. Pemupukan dilakukan dengan pemupukan akar (menggunakan pupuk kandang atau bokashi) dan pemupukan daun yang dapat dibeli di pasaran. Perhatikan petunjuk pupuk daun. Jika tertera angka 32 10 10, maka maksud angka tersebut adalah 32 N, 10 P dan 10 K. Pemupukan daun dilakukan sebanyak 2 kali dan waktu pemupukannya dilihat dari petunjuk pupuk daun. Pemupukan pertama bisa berumur 7-10 hari dan pemupukan kedua bisa berumur 20 hari. 
  4. Masa panen ditentukan dari umur tanaman. Jika tanaman sudah cukup umur tapi tanamannya masih kerdil, langsung saja dipanen. Karena bisa saja tanaman tersebut memang tanaman yang tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi.
  5. Untuk mengecek tanaman organik, dapat diperhatikan dari tanaman tersebut. Biasanya tanaman organik lebih tahan lama dan rasanya pun mempunyai kekhasan tersendiri. 
  6. Tanaman hidroponik bukan merupakan tanaman organik. Karena proses penanaman tanaman hidroponik menggunakan nutrisi yang mengandung bahan kimia. 
Ada pakebun cilik juga loh
Photo by: Yayuk

Selain mengunjungi green house, Kang Koswara juga mengajak kami ke tempat packaging. Beberapa tahapan sebelum packaging adalah memanen, menyortir sayuran yang layak jual (daunnya bagus dan tidak berlubang), mencuci sayuran sehingga terlihat segar, menimbang sayuran (biasanya 1 pax sekitar 250 gr) dan melakukan packing dengan membungkusnya pada plastik. Sayuran InaGreen Farm pun siap dijual pada supermarket di Bandung dan sekitarnya.

Tempat packaging InaGreen Farm

Setelah melihat proses packaging InaGreen Farm, usai sudah kegiatan field trip ke InaGreen Farm. Terima kasih InaGreen Farm. Terima kasih Kang Koswara atas materinya.

InaGreen Farm

Jl. Manoko, Lembang 
Twitter: @InaGreenFarm 
Facebook: inagreen.farm 



Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram

Text by: Rizka

[BBB #3 Minggu 5] Hidroponik dan Vertikultur

Minggu berganti minggu dan tibalah minggu kelima program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3). BBB #3 minggu kelima diadakan pada tanggal 30 November 2014 di tempat biasa yaitu kebun Tubagus Ismail. Materi minggu kelima tentang hidroponik dan vertikultur. Seperti diketahui bahwa impian .BdgBerkebun adalah memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif untuk berkebun. Pemanfaatan lahan kosong yang terkadang sempit dapat dimanfaatkan untuk berkebun dengan metode hidroponik atau vertikultur. Karena itulah materi hidroponik dan vertikultur dimasukan ke dalam materi BBB #3. Ditambah lagi dengan banyaknya permintaan peserta BBB #3 untuk memasukan materi hidroponik dan vertikultur. Sangking semangatnya, minggu kelima BBB #3 diisi 100% materi diskusi tanpa praktek ke bedengan.

Materi hidroponik diisi oleh Bu Cici yang merupakan penggiat hidroponik dan pekebun di rumahnya. Bu Cici juga merupakan salah satu relawan Kampung Berkebun dan seorang trainer perkebunan. Sedangkan materi vertikultur diisi oleh Teh Sri yang merupakan alumni Pertanian UNPAD dan aktivis .BdgBerkebun.

Bu Cici
photo by: Vika
Teh Sri
photo by: Vika

Hidroponik

Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman hidroponik sebenarnya bukanlah tanah, tapi cadangan makanan dan air yang terkandung dalam tanah yang terserap pada akar serta dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah. Artinya tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan cukup air dan garam-garam zat makanan. (Nicholls, 1986)

Hidroponik berbeda dengan aquaponik. Hidroponik tidak hanya menggunakan air tapi juga media tanam seperti sekam bakar, kerikil, dll sedangkan aquaponik hanya menggunakan air (hidrolik dan sekam bakar). Selain hidroponik dan aquaponik ada juga istilah guyurponik. Guyurponik adalah tanaman pada media bisa diguyur dari larutan hidroponik.

Syarat hidroponik adalah air, cahaya matahari, nutrisi, media dan orang yang merawat. Sementara media hidroponik adalah rockwall yang berasal dari batu apung (recommended), glasswall yang terbuat dari gelas kaca, busa, kapas, spons (harus memiliki air karena cepat kering dan tinggi airnya ½ tinggi spons), sekam bakar (recommended) dan kerikil.

Cara bertanam hidroponik:
  1. Penyemaian. Penyemaian dilakukan setelah memasukan benih ke dalam rockwall. Jumlah benih tiap tanaman berbeda-beda. Biasanya pakcoy, sawi, salada (2-3 benih), kangkung (5 benih), pagoda (1 benih). Penyemaian juga dapat menggunakan kapas dan cangkang telur. Jika menggunakan kapas, langsung pindahkan bibit setelah tumbuh 2 daun.
  2. Jika sudah berkecambah, harus cukup sinar matahari dan kelembaban supaya kecambah tidak mati. Benih yang baik biasanya sudah berkecambah setelah 2 minggu. Benih sayuran berkecambah setelah 1 minggu. Sedangkan tomat dan cabe berkecambah sangat lama bahkan hampir 1 bulan.
  3. Jika sudah tumbuh 4 daun, langsung pindahkan ke media botol. Media botol ditutup dengan bahan berwarna hitam (bisa cat atau kresek hitam) karena nutrisi sinar matahari akan dimakan lumut yang tumbuh pada botol. Sebelum memindahkan ke botol, tambahkan kain perca pada bawah rockwall.
  4. Campurkan 1 L air dengan nutrisi A dan B. 1 bungkus nutrisi A dicampur dengan 5 L air dan 1 bungkus nutrisi B dicampur dengan 5 L air sehingga kedua larutan tersebut dinamakan larutan pekat AB mix. Perlu diketahui bahwa kandungan nutrisi buah lebih tinggi daripada nutrisi sayur.
  5. Kocok air dan nutrisi supaya tercampur rata
  6. Tuangkan 1 tutup botol nutrisi A dan B ke dalam wadah yang berisi 1 L air kemudian aduk sampai rata
  7. Campurkan ke botol yang telah berisi benih
  8. Lubangi botol dengan jarum untuk sirkulasi udara
  9. Gantungkan botol yang berisi bibit pada lahan berkebun

Perlu diperhatikan bahwa bibit dalam botol tersebut harus memiliki sinar matahari penuh dan tidak boleh kehujanan. Jika hujan, air nutrisi akan berbeda kadar nutrisinya karena kelebihan air berupa air hujan. Nah, untuk menyiasatinya lakukan tips berikut agar botol tidak terkena hujan:
  • Potong botol 1 L aqua dan lubangi bagian tengah botol tersebut
  • Masukkan aqua gelas ke dalam botol yang telah dilubangi
  • Gantungkan botol pada tali dan tambahkan CD bekas pada bagian atas botol

Bibit yang berasal dari hidroponik tidak dapat dipindahkan ke tanah karena bibit tersebut sudah memiliki nutrisi yang akan "kaget" saat ditanam pada tanah. Akan tetapi, bibit yang berasal dari tanah dapat dipindahkan ke media hidroponik kecuali cabe karena cabe dapat di-stek meskipun mulanya cabe tersebut mati.

Pengendalian hama media hidroponik cukup menggunakan pestisida nabati. Untuk materi pestisida nabati telah dijelaskan pada materi sebelumnya di sini.

Sistem autopot

Sistem autopot menggunakan sebuah pot yang memiliki mekanisme untuk mengairi tanaman. Sistem autopot dapat ditinggal selama 1 minggu sehingga perawatannya lebih santai.

Cara menerapkan sistem autopot:
  1. Susun bibit yang sudah disemaikan pada wadah
  2. Lubangi botol supaya tanaman mengalir
  3. Botol diletakan pada wadah dan atur tutup botol
  4. Siram air bernutrisi
  5. Atur tutup botol. Tutup botol berfungsi untuk mengontrol kecepatan air setiap tetesnya.
suasana di tengah materi
photo by: Vika
  
Vertikultur

Vertikultur berasal dari kata verti yang bermakna vertikal dan kultur yang bermakna budidaya. Jadi, vertikultur adalah budidaya tanaman secara vertikal (bertingkat). Tanaman yang dapat dipakai untuk vertikultur adalah sayuran, tanaman hias, buahan yang berakar serabut dan tanaman musiman.

Syarat vertikultur adalah cahaya, air, media, nutrisi dan orang yang merawat. Media tanam yang dapat digunakan adalah tanah, rockwall, sekam bakar. Pemupukan dapat dilakukan pada awal dan rutin yang biasanya 1X/minggu. Sedangkan penyiraman perlu memperhatikan kondisi tanah. Jika tanah lembab, tidak perlu disiram. Saat penyiraman, gunakan semprot supaya air dapat terkontrol.

Kelebihan vertikultur:
  • Produktivitas lebih tinggi dari konvensional
  • Penataan tanaman lebih rapi
  • Pupuk tidak akan tergerus kemana-mana
  • Bisa dibawa-bawa dan dipindah-pindahkan

Cara menanam vertikultur:
  1. Lubangi botol bagian atas untuk perkembangan tanaman dan bagian bawah untuk mengaliri air saat disiram
  2. Kasih tali pada botol
  3. Gantungkan botol
Raut muka saat mendengar materi
photo by: Vika

Demikianlah materi BBB #3 minggu kelima. Materi yang sangat praktis untuk berkebun pada lahan sempit. Terima kasih kepada Bu Cici dan Teh Sri atas materi yang disampaikan. Sangat bermanfaat loh…

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

Dec 4, 2014

[BBB #3 Minggu 4] Gizi dan Pentingnya Sayuran bagi Manusia

Program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) minggu keempat dilaksanakan pada tanggal 23 November 2014 di kebun Tubagus Ismail. Bisa dibilang pertemuan keempat BBB #3 merupakan edisi spesial. Kenapa? Pertama, karena pematerinya berasal dari luar .BdgBerkebun, yaitu Rumah Zakat. Rumah Zakat memang menjalin kerjasama dengan .BdgBerkebun demi menyukseskan program BBB #3. Kebetulan juga Rumah Zakat memiliki program yang mirip dengan .BdgBerkebun, yaitu ketahanan pangan. Kedua, karena BBB #3 minggu keempat berbarengan dengan Pasar Seni ITB yangmana .BdgBerkebun ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bersyukur BBB #3 minggu keempat berjalan lancar meskipun pesertanya makin sedikit dan waktu keberjalannya lebih cepat daripada biasanya.

Seperti biasa kegiatan diawali dengan berkebun pada bedengan kelompok masing-masing. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, memindahkan bayam dari seeding tray (tempat penyemaian) dan menyiram tanaman.

Duh, Winda
Photo by: Rully
Caesimnya rapat sekaliii
Photo by: Rully

Usai berkebun, Kang Adim dari Rumah Zakat memberikan materi tentang "Gizi dan Pentingnya Sayuran bagi Manusia". Kang Adim membawa sebungkus aneka sayuran yang merupakan bahan dasar untuk memasak sop. Adapun sayurannya adalah wortel, tomat, kentang, brokoli dan jamur. Selain sayuran yang dibawa sampelnya, Kang Adim juga menjelaskan sayuran bayam dan kangkung yang sedang ditanam pada bedengan.

Pesertanya serius pisan
Photo by: Nugraha

Sebelum menjelaskan aneka sayuran, Kang Adim bercerita bahwa sebenarnya tidak banyak telur cacing saat dipanen di kebun. Telur cacing menjadi banyak justru saat didistribusikan dari kebun ke pasar. Kang Adim juga menyarankan untuk tidak menyimpan sayuran dalam lemari es lebih dari 2x24 jam. Disarankan pula untuk tidak menyimpan sayuran dalam freezer dan usahakan suhunya sekitar 8 derajat Celcius.

Wortel

Wortel yang dapat dimakan adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel mengandung vitamin A, beta Karoten, karatenoid, pectin dan Kalium. Vitamin A dan Beta Karoten bersifat antioksidan yang berguna untuk kesehatan mata dan membantu sistem kekebalan tubuh. Karatenoid berguna untuk regulasi gula darah. Pectin berguna untuk menurunkan kolesterol darah. Kalium berguna untuk menetralkan asam dalam darah.

Cara mengolah dan mengonsumsi wortel:

Wortel dapat dikonsumsi mentah, dimasak atau diminum seperti juice. Lebih direkomendasikan untuk memakannya langsung (mentah) karena bahan kimia yang bersifat antioksidan dalam wortel dapat mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung. Apabila dimasak, polifenol, vitamin A dan beta karoten yang terdapat dalam wortel akan rusak.

Tomat

Tomat mengandung lycopene yang berfungsi untuk mengurangi resiko penyakit jantung. Tomat juga mengandung antioksidan untuk mencegah kanker dan penyakit kronis lainnya.

Cara mengolah dan mengonsumsi tomat:

Tomat sebaiknya dimasak sebelum dimakan. Karena tomat yang dimasak akan menyerap lycopene yang mampu melawan sel-sel kanker. Jumlah lycopene dalam tomat lebih baik diserap tubuh apabila dimasak dengan sedikit minyak daripada dimakan mentah. (sumber: tempo.co)

Bayam

Berdasarkan sumber hidupsehatonline terdapat fakta menarik tentang bayam!!!

  1. Bayam segar yang baru dicabut dari persemaian mengandung senyawa nitrit sebanyak 5 mg/kg. Apabila disimpan dalam lemari es selama 2 minggu, kadar nitritnya akan meningkat sampai 300 mg/kg. Jika disimpan 1 hari, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%). (John S Wishnok)
  2. Bayam mengandung zat besi berupa Fe2+ (ferro). Jika terlalu lama dengan O2, Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Zat besi yang berguna bagi tubuh hanya ferro. Ferri hanya bersifat toksik pada bayam. Jadi, apabila bayam dipanaskan, akan berlaku oksidasi tersebut.
  3. Mengonsumsi bayam tidak boleh lebih dari 5 jam karena bayam mengandung zat ferro. Selain itu, bayam juga mengandung Nitrat (NO3) dan dapat berubah menjadi Nitrit (NO2) kalau diudara. Nitrit merupakan senyawa tidak berwarna, tidak bau dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
  4. Efek toksik (racun) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb).
  5. Methemoglobin (ikatan nitrit dengan hemoglobin) dapat mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis (suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia akan kekurangan oksigen). Pada bayi, keadaan ini dikenal dengan nama "Blue Baby". Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.
  6. Disarankan untuk tidak menggunakan panci aluminium/teflon saat memasak bayam karena aluminium bereaksi dengan zat besi pada bayam yang dapat menimbulkan racun.

Cara mengolah dan mengonsumsi bayam:

Sebaiknya bayam dimasak supaya kandungan zat besi, hemoglobin, kalsium dalam bayam tetap utuh. Sangat dianjurkan juga untuk langsung memasak bayam segar tanpa disimpan terlalu lama dalam lemari es.

Kangkung

Kangkung mengandung banyak serat pangan yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol darah, mampu mengikat empedu, mengurangi resiko kanker dan melancarkan pencernaan.

Cara mengolah dan mengonsumsi kangkung:

  1. Cuci kangkung lalu potong-potong karena vitamin yang dimakan hanya 10%.
  2. Proses memasak kangkung sebaiknya tidak terlalu lama karena kangkung mudah berubah warna sehingga vitaminnya akan rusak.
  3. Tumis menggunakan api besar karena api yang kecil akan memerlukan waktu yang lama dalam proses pematangannya.
  4. Tutup panci supaya penguapannya cepat.

Kentang

Kentang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kentang mengandung vitamin (A, B kompleks, C), mineral (besi, mangan, magnesium, fosfor, tembaga, kalium), antioksidan, sumber serat yang baik sehingga dapat memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, radang usus, kanker dan mengurangi penyerapan kolesterol makanan.

Cara mengolah dan mengonsumsi kentang:

Pengolahan kentang disarankan untuk tidak mengupas kulitnya. Cukup digosok dan dicuci karena kulit kentang mengandung serat dan vitamin. Kentang dapat diolah dengan dikupas, dipotong-potong, direbus atau dijadikan perkedel.

Brokoli

Brokoli mengandung vitamin C, magnesium, antioksidan untuk mencegah kanker. Brokoli juga mengandung klorofil yang hampir sama dengan Hemoglobin.

Cara mengolah dan mengonsumsi brokoli:

Sebaiknya brokoli dimakan mentah karena brokoli mengandung klorofil yang dapat berkurang apabila dimasak terlalu lama. Brokoli mentah mengandung enzim myrosinase yang terurai menjadi sulforaphane, senyawa yang dapat mencegah kanker dan sakit maag. Apabila dimasak akan dapat merusak myrosinase.

Brokoli juga dapat dimasak. Untuk menjaga kualitas klorofil pada brokoli saat dimasak, sebaiknya brokoli dicuci dengan air. Brokoli dapat disimpan dalam lemari es tapi jangan disimpan terlalu lama. Setelah itu, rendam brokoli dengan air panas sebelum memasak. Campurkan dengan bumbu dan bahan lainnya dan pastikan bahan yang tercampur paling akhir karena kondisinya setengah matang.

Jamur

Jamur bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi karena jamur mengandung banyak protein, vitamin, mineral, asam amino, antioksidan dan antibiotik alami. Akan tetapi, tidak semua jamur bermanfaat bagi tubuh. Ada pula yang mengandung racun. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membeli dan mengonsumsi jamur.

Cara mengolah dan mengonsumsi jamur:

Jamur harus dimasak terlebih dahulu baik ditumis, dipanggang atau direbus agar kandungan potassium-nya tetap terjaga.

Kang Adim sedang memberikan materi
Photo by: Rully

Materi minggu keempat BBB #3 memang lebih singkat dari biasanya. Namun, materi yang disampaikan Kang Adim dari Rumah Zakat sangat bermanfaat bagi peserta dan panitia Bandung Belajar Berkebun. Terima kasih Kang Adim. Terima kasih Rumah Zakat.

Referensi selain materi Kang Adim:

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/03/060526760/Sayuran-Ini-Sebaiknya-Dimasak-Atau-Dimakan-Mentah
http://hidupsehatonline.com/tentang-bayam/html
http://keranjanginfo.com/tag/cara-tepat-mengolah-brokoli/

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

Nov 22, 2014

[BBB #3 Minggu 3] Pembuatan Pupuk Bokashi dan Pestisida Nabati

Minggu ketiga Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) dilaksanakan pada tanggal 16 November 2014 di tempat biasa yaitu kebun Tubagus Ismail. Meskipun disambut gerimis mengundang pada pagi hari, kami masih semangat mengikuti rangkaian acara BBB #3.

Acara dimulai jam 8:10 WIB yang dibuka oleh Dwi selaku penanggungjawab acara BBB #3. Setelah itu, kami memulai ritual acara pembuka yang tak lain adalah "bermain-main" di bedengan. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, menanam benih, memindahkan bibit bayam yang telah disemai dan menyiram tanaman.

"Bermain-main" di bedengan tercintah




Usai "bermain-main" di bedengan, peserta BBB #3 dikumpulkan untuk diberikan materi. Materi minggu ketiga seru banget loh tentang pembuatan composting pupuk bokashi dan pestisida nabati. Tak hanya pengarahan materi tapi juga praktek pengolahannya. Ketujuh kelompok BBB #3 membawa bahan dan peralatan dari rumah masing-masing. Ada yang membawa bumbu dapur, peralatan seperti botol, gunting, pisau, dll. Ada juga yang membawa bahan yang membutuhkan perjuangan saat membawanya yang tak lain adalah sampah organik. Makasih loh ya sudah membawa sampah organik yang baunya surgawi itu. ^.^

Cara pembuatan composting (pupuk bokashi) itu begini loh…

Materi composting diberikan oleh Kang Galih. Beliau menjelaskan bahwa pupuk bokashi itu sebenarnya dapat diolah sendiri dengan menggunakan sampah organik dan mikroorganisme decomposer. Proses pembuatan pupuk bokashi berlangsung selama 1-14 hari. Biasanya proses pembuatan pupuk bokashi lebih cepat daripada pengomposan konvensional.

Pupuk bokashi pertama kali popular di Jepang. Menurut istilah bokashi berasal dari Bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Dalam pembuatan pupuk bokashi dibutuhkan mikroorganisme decomposer yang bernama EM4. Larutan EM4 yang dipopulerkan oleh Prof Teruo Higo di Jepang dapat mengurai sampah organik dengan cepat. Mikroorganisme yang terkandung dalam EM4 terdiri dari bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes dan ragi. (Sumber: alamtani.com)
Galih memberikan materi
Bahan:
  1. Sampah organik (basah/kering) berwarna coklat yang banyak unsur karbon. Perbandingan sampah organik kering : basah adalah 4:1 
  2. Dedak 
  3. Sekam bakar yang mengandung bakteri microsom (fotosintesis asam laktat) untuk media tumbuh  
  4. 2 ml larutan EM4 untuk kesuburan tanah 2 sendok gula merah/glukosa untuk mengaktifkan microorganisme

Alat:
  1. Wadah untuk menyimpan pupuk bokashi
  2. Termometer untuk mengecek suhu bokashi

Langkah:
  1. Campurkan sampah organik, dedak dan sekam bakar
  2. Aduk bahan tersebut secara merata selama ±30 menit
  3. Tuangkan 2 ml EM4 untuk kesuburan tanah
  4. Campurkan 2 sendok gula merah/glukosa ke dalam wadah yang sudah dibolongi untuk pupuk cair
  5. Cek termometer sampai suhu menunjukkan 40 - 45 derajat Celcius
  6. Tutup dan simpan bokashi pada tempat yang teduh untuk memperbanyak microorganisme sehingga mudah terurai

Info penting!!!

Saat pembuatan pupuk bokashi harus memperhatikan temperatur (40 – 45 derajat Celcius), siklus udara, pH (6 – 6.8) dan kelembaban (tidak boleh > 40)

Mencampurkan bahan pupuk bokashi

Nah, kalau pembuatan pestisida nabati begini caranya…

Materi pembuatan pestisida nabati disampaikan oleh Teh Sri. Teh Sri menjelaskan bahwa pestisida nabati mulai digalakkan lagi mengingat penggunaan pestisida nabati yang baik untuk kesehatan. Pestisida yang berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida yang berarti obat digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Pestisida nabati merupakan pestisida ramah lingkungan dan penyusunnya dari alam. Pembuatan dan penggunaan pestisida nabati pun mudah dilakukan karena bahan-bahan yang diperlukan banyak tersedia di pasar.

Pengendalian hama terpadu:
  1. Pengendalian secara mekanik (hama dibuang langsung menggunakan tangan atau dibersihkan manual)
  2. Pengendalian secara fisik (adanya modifikasi lingkungan seperti menggunakan cahaya atau meningkatkan kelembaban)
  3. Pengendalian secara biologi (menggunakan musuh alami atau predator hama)
  4. Pengendalian secara budidaya (contoh: pengendalian dengan cara tumpang sari)
  5. Pengendalian secara kimia (menggunakan bahan alami yang bisa dijadikan pestisida)
Sri memberikan materi

Bahan:
  1. 1 siung bawang merah
  2. 1 siung bawang putih
  3. 1 sendok teh bubuk cabe.
  4. Sabun cair

Alat:
  1. Pisau
  2. Botol aqua 1.5 liter
  3. Sendok kecil
  4. Sprayer
  5. Gunting

Langkah:
  1. Iris bawang merah dan bawang putih dengan tipis
  2. Rendam bawang merah dan putih yang telah diiris serta bubuk cabe ke dalam air aqua
  3. Tuangkan sabun cair dan air ke dalam botol aqua kemudian diamkan selama 1 jam
  4. Saring larutan ke dalam kain furing/tempayan kemudian tuangkan ke dalam sprayer

Info Penting!!!
  1. Pestisida menggunakan sabun cair untuk meluruhkan zat lilin yang ada dalam hama. Sehingga zat yang terdapat dalam bawang dan cabe bisa masuk ke hama.
  2. Cabe memiliki zat capsicin untuk memberikan rasa yang tidak enak untuk hama. Sehingga hama tidak mengganggu tanaman.

Kaka-kaka cantik sedang membuat ramuan pestisida nabati
huehueheeheeee
Usai materi diadakan tanya jawab dan perkenalan peserta BBB #3 yang baru datang pada minggu ketiga. Bisa dibilang pertemuan ketiga merupakan acara BBB #3 yang paling seru dan asyik. Walaupun rempong membawa alat & bahan dari rumah, sedikit gerimis pada pagi hari tapi acaranya ngga boring dan seruuuuuuuuuuuuu sekali.

Perkenalan peserta baru BBB #3
Acara penutup ritual "foto bareng"

Salam Berkebun. Digali! Ditanam! Disiram!

Penulis: Rizka
Fotografer: Yoga
Pemateri: Galih dan Sri