Program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) minggu keempat dilaksanakan pada tanggal 23 November 2014 di kebun Tubagus Ismail. Bisa dibilang pertemuan keempat BBB #3 merupakan edisi spesial. Kenapa? Pertama, karena pematerinya berasal dari luar .BdgBerkebun, yaitu Rumah Zakat. Rumah Zakat memang menjalin kerjasama dengan .BdgBerkebun demi menyukseskan program BBB #3. Kebetulan juga Rumah Zakat memiliki program yang mirip dengan .BdgBerkebun, yaitu ketahanan pangan. Kedua, karena BBB #3 minggu keempat berbarengan dengan Pasar Seni ITB yangmana .BdgBerkebun ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bersyukur BBB #3 minggu keempat berjalan lancar meskipun pesertanya makin sedikit dan waktu keberjalannya lebih cepat daripada biasanya.
Seperti biasa kegiatan diawali dengan berkebun pada bedengan kelompok masing-masing. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, memindahkan bayam dari seeding tray (tempat penyemaian) dan menyiram tanaman.
Seperti biasa kegiatan diawali dengan berkebun pada bedengan kelompok masing-masing. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, memindahkan bayam dari seeding tray (tempat penyemaian) dan menyiram tanaman.
![]() |
| Duh, Winda Photo by: Rully |
![]() |
| Caesimnya rapat sekaliii Photo by: Rully |
Usai berkebun, Kang Adim dari Rumah Zakat memberikan materi tentang "Gizi dan Pentingnya Sayuran bagi Manusia". Kang Adim membawa sebungkus aneka sayuran yang merupakan bahan dasar untuk memasak sop. Adapun sayurannya adalah wortel, tomat, kentang, brokoli dan jamur. Selain sayuran yang dibawa sampelnya, Kang Adim juga menjelaskan sayuran bayam dan kangkung yang sedang ditanam pada bedengan.
![]() |
| Pesertanya serius pisan Photo by: Nugraha |
Sebelum menjelaskan aneka sayuran, Kang Adim bercerita bahwa sebenarnya tidak banyak telur cacing saat dipanen di kebun. Telur cacing menjadi banyak justru saat didistribusikan dari kebun ke pasar. Kang Adim juga menyarankan untuk tidak menyimpan sayuran dalam lemari es lebih dari 2x24 jam. Disarankan pula untuk tidak menyimpan sayuran dalam freezer dan usahakan suhunya sekitar 8 derajat Celcius.
Wortel
Wortel yang dapat dimakan adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel mengandung vitamin A, beta Karoten, karatenoid, pectin dan Kalium. Vitamin A dan Beta Karoten bersifat antioksidan yang berguna untuk kesehatan mata dan membantu sistem kekebalan tubuh. Karatenoid berguna untuk regulasi gula darah. Pectin berguna untuk menurunkan kolesterol darah. Kalium berguna untuk menetralkan asam dalam darah.
Cara mengolah dan mengonsumsi wortel:
Wortel dapat dikonsumsi mentah, dimasak atau diminum seperti juice. Lebih direkomendasikan untuk memakannya langsung (mentah) karena bahan kimia yang bersifat antioksidan dalam wortel dapat mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung. Apabila dimasak, polifenol, vitamin A dan beta karoten yang terdapat dalam wortel akan rusak.
Tomat
Tomat mengandung lycopene yang berfungsi untuk mengurangi resiko penyakit jantung. Tomat juga mengandung antioksidan untuk mencegah kanker dan penyakit kronis lainnya.
Cara mengolah dan mengonsumsi tomat:
Tomat sebaiknya dimasak sebelum dimakan. Karena tomat yang dimasak akan menyerap lycopene yang mampu melawan sel-sel kanker. Jumlah lycopene dalam tomat lebih baik diserap tubuh apabila dimasak dengan sedikit minyak daripada dimakan mentah. (sumber: tempo.co)
Bayam
Berdasarkan sumber hidupsehatonline terdapat fakta menarik tentang bayam!!!
- Bayam segar yang baru dicabut dari persemaian mengandung senyawa nitrit sebanyak 5 mg/kg. Apabila disimpan dalam lemari es selama 2 minggu, kadar nitritnya akan meningkat sampai 300 mg/kg. Jika disimpan 1 hari, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%). (John S Wishnok)
- Bayam mengandung zat besi berupa Fe2+ (ferro). Jika terlalu lama dengan O2, Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Zat besi yang berguna bagi tubuh hanya ferro. Ferri hanya bersifat toksik pada bayam. Jadi, apabila bayam dipanaskan, akan berlaku oksidasi tersebut.
- Mengonsumsi bayam tidak boleh lebih dari 5 jam karena bayam mengandung zat ferro. Selain itu, bayam juga mengandung Nitrat (NO3) dan dapat berubah menjadi Nitrit (NO2) kalau diudara. Nitrit merupakan senyawa tidak berwarna, tidak bau dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
- Efek toksik (racun) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb).
- Methemoglobin (ikatan nitrit dengan hemoglobin) dapat mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis (suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia akan kekurangan oksigen). Pada bayi, keadaan ini dikenal dengan nama "Blue Baby". Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.
- Disarankan untuk tidak menggunakan panci aluminium/teflon saat memasak bayam karena aluminium bereaksi dengan zat besi pada bayam yang dapat menimbulkan racun.
Cara mengolah dan mengonsumsi bayam:
Sebaiknya bayam dimasak supaya kandungan zat besi, hemoglobin, kalsium dalam bayam tetap utuh. Sangat dianjurkan juga untuk langsung memasak bayam segar tanpa disimpan terlalu lama dalam lemari es.
Kangkung
Kangkung mengandung banyak serat pangan yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol darah, mampu mengikat empedu, mengurangi resiko kanker dan melancarkan pencernaan.
Cara mengolah dan mengonsumsi kangkung:
- Cuci kangkung lalu potong-potong karena vitamin yang dimakan hanya 10%.
- Proses memasak kangkung sebaiknya tidak terlalu lama karena kangkung mudah berubah warna sehingga vitaminnya akan rusak.
- Tumis menggunakan api besar karena api yang kecil akan memerlukan waktu yang lama dalam proses pematangannya.
- Tutup panci supaya penguapannya cepat.
Kentang
Kentang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kentang mengandung vitamin (A, B kompleks, C), mineral (besi, mangan, magnesium, fosfor, tembaga, kalium), antioksidan, sumber serat yang baik sehingga dapat memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, radang usus, kanker dan mengurangi penyerapan kolesterol makanan.
Cara mengolah dan mengonsumsi kentang:
Pengolahan kentang disarankan untuk tidak mengupas kulitnya. Cukup digosok dan dicuci karena kulit kentang mengandung serat dan vitamin. Kentang dapat diolah dengan dikupas, dipotong-potong, direbus atau dijadikan perkedel.
Brokoli
Brokoli mengandung vitamin C, magnesium, antioksidan untuk mencegah kanker. Brokoli juga mengandung klorofil yang hampir sama dengan Hemoglobin.
Cara mengolah dan mengonsumsi brokoli:
Sebaiknya brokoli dimakan mentah karena brokoli mengandung klorofil yang dapat berkurang apabila dimasak terlalu lama. Brokoli mentah mengandung enzim myrosinase yang terurai menjadi sulforaphane, senyawa yang dapat mencegah kanker dan sakit maag. Apabila dimasak akan dapat merusak myrosinase.
Brokoli juga dapat dimasak. Untuk menjaga kualitas klorofil pada brokoli saat dimasak, sebaiknya brokoli dicuci dengan air. Brokoli dapat disimpan dalam lemari es tapi jangan disimpan terlalu lama. Setelah itu, rendam brokoli dengan air panas sebelum memasak. Campurkan dengan bumbu dan bahan lainnya dan pastikan bahan yang tercampur paling akhir karena kondisinya setengah matang.
Jamur
Jamur bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi karena jamur mengandung banyak protein, vitamin, mineral, asam amino, antioksidan dan antibiotik alami. Akan tetapi, tidak semua jamur bermanfaat bagi tubuh. Ada pula yang mengandung racun. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membeli dan mengonsumsi jamur.
Cara mengolah dan mengonsumsi jamur:
Jamur harus dimasak terlebih dahulu baik ditumis, dipanggang atau direbus agar kandungan potassium-nya tetap terjaga.
![]() |
| Kang Adim sedang memberikan materi Photo by: Rully |
Materi minggu keempat BBB #3 memang lebih singkat dari biasanya. Namun, materi yang disampaikan Kang Adim dari Rumah Zakat sangat bermanfaat bagi peserta dan panitia Bandung Belajar Berkebun. Terima kasih Kang Adim. Terima kasih Rumah Zakat.
Referensi selain materi Kang Adim:
http://www.tempo.co/read/news/2013/11/03/060526760/Sayuran-Ini-Sebaiknya-Dimasak-Atau-Dimakan-Mentah
http://hidupsehatonline.com/tentang-bayam/html
http://keranjanginfo.com/tag/cara-tepat-mengolah-brokoli/
Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!
Text by: Rizka















No comments:
Post a Comment