[BBB #3 Minggu 2] Menanam Kangkung dan Memahami Prinsip Pertanian Organik
Pelaksanaan Bandung Belajar Berkebunseason #3 (BBB #3) minggu kedua dilaksanakan pada Minggu, 9 November 2014. Jam 08:00 WIB pagi kebun Tubagus Ismail sudah ramai oleh .BdgBerkebun dan peserta BBB #3. Kemudian Velly selaku wakil koordinator .BdgBerkebun membuka BBB #3 minggu kedua tersebut.
Peserta BBB #3 minggu kedua dihadiri sekitar 40 orang. Ada yang sudah hadir minggu sebelumnya, ada juga peserta yang baru hadir minggu kedua. Tapi semua wajahnya berseri-seri menunjukkan semangatnya mengikuti rangkaian acara BBB #3 minggu kedua.
Seperti minggu sebelumnya, BBB #3 dimulai dengan terjun bebas ke bedengan. Peserta yang telah dibagi menjadi 7 kelompok langsung merapikan bedengan, membuang gulma dan membolak-balikan tanah. Kemudian bedengan tersebut ditanam benih kangkung. *plus benih kacang panjang juga sih.
Kelompok 1 BBB #3
Kelompok 2 BBB #3
Duh, kelompok 3 BBB #3 sadar kamera semua euy
Kelompok 4 BBB#3 asa mentoring ya?
Semangat banget kelompok 5 BBB #3
Fasil Kelompok 6 BBB #3 menjelaskan dengan berapi-api
Kelompok 7 BBB #3
Ada perbedaan signifikan antara menanam benih kangkung dengan bayam. Benih bayam harus dilakukan penyemaian terlebih dahulu, sedangkan benih kangkung dapat langsung ditanam ke bedengan. Kok bisa ya kangkung langsung ditanam ke bedengan? Bisa donk. Kangkung itu seperti batu karang yang tetap kokoh di lautan. Sedangkan bayam itu ibarat rumah laba-laba yang disentuh langsung rapuh berkeping-keping. Saat hujan tiba, kangkung masih kuat sedangkan bayam langsung tumbang dan rapuh.
Langkah pengolahan lahan dan penyemaian bayam sudah dijelaskan pada pertemuan minggu pertama di sini. Selanjutnya untuk menanam kangkung dijelaskan pada minggu kedua. Cara menanam kangkung lebih simple daripada bayam. Ya ialah, kan ngga disemaikan terlebih dahulu.
Langkah menanam benih kangkung
Persiapkan bedengan yang telah diolah dan dicampurkan pupuk bokashi plus sekam.
Buat lubang tanam yang berjarak kira-kira 10 x 10 cm dengan kedalaman ±5 cm yang akan digunakan untuk meletakkan benih.
Isi lubang dengan 2-4 bijih benih kangkung kemudian tutup lubang dengan tanah.
Lakukan penyiraman secara rutin. Perlu diketahui kangkung sangat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Kurangnya penyiraman akan mengakibatkan kangkung menjadi mati.
Seperti diketahui minggu pertama sudah dilakukan penyemaian bayam. Sayangnya tidak semua kelompok berhasil melakukan penyemaian. Bahkan beberapa kelompok tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda pertumbuhan bayam. Sedih ya? Untuk mengantisipasi kegagalan tersebut, .BdgBerkebun memberikan solusi kepada tiap peserta. Setiap peserta diberi tugas untuk merawat benih bayam di rumah masing-masing. Peserta diberi segelas aqua plastik untuk menyemai bayam yang kemudian dibawa pulang oleh peserta. Gelas aqua yang telah dilubangi di bawahnya, diberi tanah yang dicampur dengan arang sekam dan bokashi. Kemudian ditaburi benih bayam. Harapannya semua benih bayam dapat tumbuh karena sudah dirawat oleh tiap peserta.
Selesai bertanam, peserta dikumpulkan untuk berdiskusi dan sharing materi. Saat itu, Kang Galih dan Kang Fajar mendapat giliran untuk memberikan materi tentang pertanian organik. Pertanian organik mulai booming kembali di seluruh dunia seiring dengan penerapan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Iya, pertanian organik yang dibudidayakan dengan menggunakan bahan-bahan alami akan lebih sehat daripada menggunakan bahan kimia sintetis.
Pertanian organik merupakan suatu sistem produksi pertanaman yang berdasarkan daur ulang secara hayati. (Rachman Sutanto, 2002)
Duo mentor of this season
Menurut International Federation of Organic Agriculture Movements (2010), prinsip-prinsip pertanian organik terdiri dari 4 aspek:
Prinsip dasar pertanian organik
Healthy: pertanian organik dapat meningkatkan kesehatan manusia, tanah, tanaman, hewan dan bumi yang saling berhubungan. Sayuran organik yang ditanam tidak memiliki unsur asing yang dapat mengganggu kesehatan.
Ecology: pertanian organik berdasarkan sistem ekologi dan dapat bekerja sama dengan alam.
Fairness: pertanian organik harus memperhatikan keadilan antara alam, manusia dan makhluk lain untuk menyehatkan alam.
Care: pertanian organik harus dikelola dengan tanggungjawab dan peduli terhadap kesehatan alam & lingkungan.
Pertanian organik menggunakan 95% bahan organik. Ada beberapa teknis yang perlu diperhatikan dalam pertanian oraganik.
Teknik pertanian organik
Media penyemaian. Media penyemaian menggunakan tanah dan sekam bakar. Masukkan benih ke dalam media penyemaian. Beberapa hari kemudian akan muncul daun kotiledon yang merupakan daun dalam fasa embrio. Lama-lama daun-daun menjadi banyak dan muncullah daun sejati.
Penyapihan. Jika telah muncul daun sejati yang berjumlah 4 daun, lakukanlah penyapihan. Penyapihan merupakan pemindahan bibit ke lahan besar. Umur pemindahan bibit ke lahan bervariasi. Biasanya caesim, bayam sekitar 1 minggu sedangkan cale yang dijuluki "the king of vegetables" sekitar 3 bulan.
Bedengan. Bedengan berfungsi untuk melindungi tanaman dari banjir dan mencegah hama & gulma. Untuk menghindari gulma dapat menggunakan plastik mulsa yang berwarna silver lalu plastik mulsa ditutup di atas bedengan. Manfaat plastik mulsa lainnya adalah untuk menjaga kestabilan temperatur dan kelembapan tanah, mencegah evaporasi, mencegah erosi. Selain itu, plastik mulsa yang berwarna silver dapat meloloskan spektrum cahaya.
Pemupukan. Pemupukan dilakukan pada awal membuka lahan. Selain itu, pemupukan juga dapat dilakuakan secara rutin dengan memberikan tambahan pupuk selama 2 minggu sekali.
Penyiraman. Penyiraman yang ideal dilakukan sebanyak dua kali yaitu pagi dan sore hari sekitar jam 16:00. Penyiraman pagi hari berguna untuk fotosintesis sedangkan penyiraman sore hari untuk transfer makanan. Penyiraman dapat dilakukan dengan shallow water dengan sedikit air dan dapat juga dengan deep water.
Pengendalian hama. Saat menanam tanaman, tidak hanya menanam satu jenis tanaman (monokultur) tapi juga menanam berbagai jenis tanaman yang saling menguntungkan (pengendalian hama, perlindungan dari bakteri, dll) satu sama lain. Akibatnya terjadi companion yang dapat berkompetisi atau bersimbiosis. Jika bersimbiosis mutualisme sih ngga masalah. Namun, jika saling berkompetisi tentu akan merugikan. Untuk mengendalikan kompetisi hama, dapat menggunakan insect trap yang ramah lingkungan. Insect trap menggunakan prinsip reduce, reuse & recycle. Penggunaan insect trap apabila serangan hama sudah cukup parah dan beresiko menjebak predator. Menanam bunga yang cerah seperti bunga matahari dapat menjadi predator alam matahari.
Begitulah materi minggu kedua BBB #3. Bermacam-macam ekspresi mimik peserta usai materi minggu kedua BBB #3. Untuk menguji kepahaman peserta terhadap materinya, tim .BdgBerkebun mengadakan quiz berhadiah benih kepada peserta. Senangnya semua pertanyaan yang dilontarkan .BdgBerkebun selalu ada satu peserta yang mampu menjawabnya. Hore…
Ekspresi peserta saat mendengarkan materi dari Kang Galih
Dengan berakhirnya quiz berhadiah benih, maka berakhirlah BBB #3 minggu kedua. Eits, sebelum pulang diadakan foto bersama dengan semua tim .BdgBerkebun dan peserta BBB #3. Tak lupa jargon Bandung Berkebun diucapkan bersama-sama. Digali, Ditanam, Disiram!!!
No comments:
Post a Comment