Dec 20, 2014

Ngebon Bareng Siswa - siswi TK Mutiara Bunda

2 Desember 2014 .BdgBerkebun kedatangan tamu spesial dari TK Mutiara Bunda. BdgBerkebun sangat senang dengan berkunjungnya TK Mutiara Bunda ke kebun Tubagus Ismail. Memang impian dari .BdgBerkebun adalah berkebun pada semua lapisan umur. Tak hanya dewasa tapi anak-anak pun berkebun. Sambil field trip sambil ngebon sambil makan siang sambil bermain. Very fun for us.

Sekitar jam 10:30, siswa - siswi serta pengajar TK Mutiara Bunda sampai di kebun Tubagus Ismail. Dengan menggunakan seragam berwarna merah, pin bertuliskan nama dan topi, mereka sangat semangat untuk berkebun. Bahkan, beberapa diantara mereka sangat prepare dengan atribut ke lapangan. Ada yang memakai baju double dengan lengan panjang, ada pula yang memakai sepatu booth. Cuaca yang mendukung pada siang hari; tidak hujan dan tidak panas menambah semangat siswa-siswi TK Mutiara Bunda.

Siswa - siswi TK Mutiara Bunda tiba di kebon Tubagus Ismail
Photo by: Winda




Tiba di kebun Tubagus Ismail, siswa – siswi TK Mutiara Bunda yang lucu dan menggemaskan langsung berbaris dengan rapi. Dwi dari .BdgBerkebun langsung memandu acara ngebon bareng saat itu. Terlihat wajah ceria dari siswa – siswi TK Mutiara Bunda. 

.BdgBerkebun pun mengajarkan salam berkebun kepada siswa – siswi TK Mutiara Bunda. Digali! Ditanam! Disiram! Siswa - siswi pun langsung menirukan salam berkebun bersama akang teteh dari .BdgBerkebun.

Tim .BdgBerkebun mengajarkan salam berkebun
Photo by: Vika

Sebelum berkebun, tim .BdgBerkebun menjelaskan dasar berkebun kepada siswa - siswi. Seperti bentuk bedengan, syarat berkebun dan tentunya perbedaan benih dan bibit yang sering tertukar pada masyarakat. Ada hal lucu saat menunjukkan benih kangkung kepada siswa – siswi. Reaksi mereka saat melihat benih kangkung adalah batu bukan benih. Memang bentuk benih kangkung tersebut padat dan mirip serpihan batuan. ^.^

Ini benih kangkung loh bukan batu
Photo by: Amang
Agar materi berkebun lebih fokus dan semua siswa - siswi dapat terlibat, .BdgBerkebun membentuk kelompok kecil sebanyak 5 kelompok dan masing-masing kelompok didampingi seorang fasilitator dari .BdgBerkebun. Masing – masing kelompok diberi nama dengan nama-nama sayuran seperti: terong, bawang putih, paprika, wortel.

Tim .BdgBerkebun membagikan kelompok
Photo by: @sekolahmutbun

Semua kelompok diajak ke bedengan untuk menunjukan aneka tanaman kepada siswa – siswi seperti kangkung, bayam, caisim, dll. Pada bedengan, siswa – siswi juga dapat memegang dan merasakan struktur tanaman. Mereka juga dapat melihat perbedaan tanah, sekam dan pupuk bokashi yang terdapat pada bedengan.


Selanjutnya siswa - siswi menanam benih dan bibit. Ada kelompok yang menanam benih kangkung dahulu dan ada pula yang menanam bibit bayam merah terlebih dahulu. Menanam benih kangkung dilakukan pada bedengan kemudian benih yang telah ditanam tersebut disiram. Sedangkan untuk menanam bibit bayam merah yang telah disemai, dilakukan pada aqua gelas. Setelah ditanam pada aqua gelas, bibit bayam merah tersebut dapat dibawa pulang oleh siswa – siswi. .BdgBerkebun berharap bibit bayam merah tersebut dapat dirawat oleh mereka.

Siswa-siswi bersiap menanam kangkung pada bedengan
Photo by: Vika

Usai menanam benih dan bibit, siswa – siswi diajak menuju bedengan kangkung yang sudah siap panen. Siswa – siswi sangat antusias saat panen kangkung. Mereka memegang tanaman kangkung masing-masing. Dengan jempol di bawah dan diberikan aba-aba. 1… 2… 3… Siswa-siswi pun menarik tanaman kangkung sampai ke akarnya. 

Horeeeee dapet panen kangkung
Photo by: @sekolahmutbun
Wuaaaaa, kangkungnya keras banget
Photo by: Vika
Keceriaan kami
Photo by: Vika

Sebelum dilanjutkan acara games, siswa - siswi berkumpul di tenda untuk makan siang. Mereka pun beristirahat untuk menghilangkan kepenatan usai berkebun.

Uuuhhh Farrah
Photo by: Amang

Perut pun kenyang. Siswa – siswa pun diajak bermain games menyusun puzzle sayuran dan buahan. Tiap kelompok berlomba adu cepat menyusun rangkaian puzzle. Usai bermain games, .BdgBerkebun memberikan souvenir cabe-cabean dan terong-terongan kepada semua siswa. Mereka sangat senang menerimanya. Bahkan, diantara mereka gemes dengan souvenir dan hampir memakan souvenir. Ada pula yang pura-pura menyimpan souvenir pada topi supaya berlebih memperoleh souvenir. Lucu sekali tingkah laku mereka, ya?

Kenang-kenangan hasil karya siswa-siswi TK Mutiara Bunda lucuh ya?
Photo by: Vika

Begitulah rangkaian kegiatan ngebon bareng TK Mutiara Bunda. Siswa – siswi senang, pengajar TK Mutiara Bunda senang dan .BdgBerkebun juga senang.

Foto bersama .BdgBerkebun dengan siswa-siswi dan pengajar TK Mutiara Bunda
Photo by: Vika

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

[BBB #3 Minggu 5] Hidroponik dan Vertikultur

Minggu berganti minggu dan tibalah minggu kelima program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3). BBB #3 minggu kelima diadakan pada tanggal 30 November 2014 di tempat biasa yaitu kebun Tubagus Ismail. Materi minggu kelima tentang hidroponik dan vertikultur. Seperti diketahui bahwa impian .BdgBerkebun adalah memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif untuk berkebun. Pemanfaatan lahan kosong yang terkadang sempit dapat dimanfaatkan untuk berkebun dengan metode hidroponik atau vertikultur. Karena itulah materi hidroponik dan vertikultur dimasukan ke dalam materi BBB #3. Ditambah lagi dengan banyaknya permintaan peserta BBB #3 untuk memasukan materi hidroponik dan vertikultur. Sangking semangatnya, minggu kelima BBB #3 diisi 100% materi diskusi tanpa praktek ke bedengan.

Materi hidroponik diisi oleh Bu Cici yang merupakan penggiat hidroponik dan pekebun di rumahnya. Bu Cici juga merupakan salah satu relawan Kampung Berkebun dan seorang trainer perkebunan. Sedangkan materi vertikultur diisi oleh Teh Sri yang merupakan alumni Pertanian UNPAD dan aktivis .BdgBerkebun.

Bu Cici
photo by: Vika
Teh Sri
photo by: Vika

Hidroponik

Elemen dasar yang dibutuhkan tanaman hidroponik sebenarnya bukanlah tanah, tapi cadangan makanan dan air yang terkandung dalam tanah yang terserap pada akar serta dukungan yang diberikan tanah dan pertumbuhan. Akar tanaman yang tumbuh di atas tanah menyerap air dan zat-zat vital dari dalam tanah. Artinya tanpa tanah pun, suatu tanaman dapat tumbuh asalkan cukup air dan garam-garam zat makanan. (Nicholls, 1986)

Hidroponik berbeda dengan aquaponik. Hidroponik tidak hanya menggunakan air tapi juga media tanam seperti sekam bakar, kerikil, dll sedangkan aquaponik hanya menggunakan air (hidrolik dan sekam bakar). Selain hidroponik dan aquaponik ada juga istilah guyurponik. Guyurponik adalah tanaman pada media bisa diguyur dari larutan hidroponik.

Syarat hidroponik adalah air, cahaya matahari, nutrisi, media dan orang yang merawat. Sementara media hidroponik adalah rockwall yang berasal dari batu apung (recommended), glasswall yang terbuat dari gelas kaca, busa, kapas, spons (harus memiliki air karena cepat kering dan tinggi airnya ½ tinggi spons), sekam bakar (recommended) dan kerikil.

Cara bertanam hidroponik:
  1. Penyemaian. Penyemaian dilakukan setelah memasukan benih ke dalam rockwall. Jumlah benih tiap tanaman berbeda-beda. Biasanya pakcoy, sawi, salada (2-3 benih), kangkung (5 benih), pagoda (1 benih). Penyemaian juga dapat menggunakan kapas dan cangkang telur. Jika menggunakan kapas, langsung pindahkan bibit setelah tumbuh 2 daun.
  2. Jika sudah berkecambah, harus cukup sinar matahari dan kelembaban supaya kecambah tidak mati. Benih yang baik biasanya sudah berkecambah setelah 2 minggu. Benih sayuran berkecambah setelah 1 minggu. Sedangkan tomat dan cabe berkecambah sangat lama bahkan hampir 1 bulan.
  3. Jika sudah tumbuh 4 daun, langsung pindahkan ke media botol. Media botol ditutup dengan bahan berwarna hitam (bisa cat atau kresek hitam) karena nutrisi sinar matahari akan dimakan lumut yang tumbuh pada botol. Sebelum memindahkan ke botol, tambahkan kain perca pada bawah rockwall.
  4. Campurkan 1 L air dengan nutrisi A dan B. 1 bungkus nutrisi A dicampur dengan 5 L air dan 1 bungkus nutrisi B dicampur dengan 5 L air sehingga kedua larutan tersebut dinamakan larutan pekat AB mix. Perlu diketahui bahwa kandungan nutrisi buah lebih tinggi daripada nutrisi sayur.
  5. Kocok air dan nutrisi supaya tercampur rata
  6. Tuangkan 1 tutup botol nutrisi A dan B ke dalam wadah yang berisi 1 L air kemudian aduk sampai rata
  7. Campurkan ke botol yang telah berisi benih
  8. Lubangi botol dengan jarum untuk sirkulasi udara
  9. Gantungkan botol yang berisi bibit pada lahan berkebun

Perlu diperhatikan bahwa bibit dalam botol tersebut harus memiliki sinar matahari penuh dan tidak boleh kehujanan. Jika hujan, air nutrisi akan berbeda kadar nutrisinya karena kelebihan air berupa air hujan. Nah, untuk menyiasatinya lakukan tips berikut agar botol tidak terkena hujan:
  • Potong botol 1 L aqua dan lubangi bagian tengah botol tersebut
  • Masukkan aqua gelas ke dalam botol yang telah dilubangi
  • Gantungkan botol pada tali dan tambahkan CD bekas pada bagian atas botol

Bibit yang berasal dari hidroponik tidak dapat dipindahkan ke tanah karena bibit tersebut sudah memiliki nutrisi yang akan "kaget" saat ditanam pada tanah. Akan tetapi, bibit yang berasal dari tanah dapat dipindahkan ke media hidroponik kecuali cabe karena cabe dapat di-stek meskipun mulanya cabe tersebut mati.

Pengendalian hama media hidroponik cukup menggunakan pestisida nabati. Untuk materi pestisida nabati telah dijelaskan pada materi sebelumnya di sini.

Sistem autopot

Sistem autopot menggunakan sebuah pot yang memiliki mekanisme untuk mengairi tanaman. Sistem autopot dapat ditinggal selama 1 minggu sehingga perawatannya lebih santai.

Cara menerapkan sistem autopot:
  1. Susun bibit yang sudah disemaikan pada wadah
  2. Lubangi botol supaya tanaman mengalir
  3. Botol diletakan pada wadah dan atur tutup botol
  4. Siram air bernutrisi
  5. Atur tutup botol. Tutup botol berfungsi untuk mengontrol kecepatan air setiap tetesnya.
suasana di tengah materi
photo by: Vika
  
Vertikultur

Vertikultur berasal dari kata verti yang bermakna vertikal dan kultur yang bermakna budidaya. Jadi, vertikultur adalah budidaya tanaman secara vertikal (bertingkat). Tanaman yang dapat dipakai untuk vertikultur adalah sayuran, tanaman hias, buahan yang berakar serabut dan tanaman musiman.

Syarat vertikultur adalah cahaya, air, media, nutrisi dan orang yang merawat. Media tanam yang dapat digunakan adalah tanah, rockwall, sekam bakar. Pemupukan dapat dilakukan pada awal dan rutin yang biasanya 1X/minggu. Sedangkan penyiraman perlu memperhatikan kondisi tanah. Jika tanah lembab, tidak perlu disiram. Saat penyiraman, gunakan semprot supaya air dapat terkontrol.

Kelebihan vertikultur:
  • Produktivitas lebih tinggi dari konvensional
  • Penataan tanaman lebih rapi
  • Pupuk tidak akan tergerus kemana-mana
  • Bisa dibawa-bawa dan dipindah-pindahkan

Cara menanam vertikultur:
  1. Lubangi botol bagian atas untuk perkembangan tanaman dan bagian bawah untuk mengaliri air saat disiram
  2. Kasih tali pada botol
  3. Gantungkan botol
Raut muka saat mendengar materi
photo by: Vika

Demikianlah materi BBB #3 minggu kelima. Materi yang sangat praktis untuk berkebun pada lahan sempit. Terima kasih kepada Bu Cici dan Teh Sri atas materi yang disampaikan. Sangat bermanfaat loh…

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

Dec 4, 2014

.BdgBerkebun to SPECTAday

Photo by: Winda

Memiliki kota yang bersih adalah impian semua warga. Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat demi menciptakan kota bersih di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya memberikan reward berupa piala Adipura kepada kota terbersih. Tak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah pun mengupayakan terwujudnya kota bersih. Seperti kota Bandung membuat Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2005 mengenai penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan (K3). Namun, menurut pemkot Bandung, Perda tersebut belum efektif ditegakkan karena masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan.

Untuk menegakkan K3, Bandung membuat program Bandung Clean Action. Program tersebut tidak hanya memberikan reward kepada warga yang menerapkan K3, tapi juga memberikan punishment kepada warga yang melanggarnya. Secara umum, terdapat 4 kegiatan rutin yang dilakukan dalam program Bandung Clean Action. Pertama, media campaign berupa sosialisasi pada media sosial. Kedua, aksi teladan berupa Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang dilakukan setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Ketiga, membuat kawasan bebas sampah yangmana target tahun ini memiliki 6 kawasan bebas sampah. Keempat, acara SPECTAday untuk sosialisasi K3 kepada warga Bandung.(Sumber: prfmnews.com)

SPECTAday diadakan pada tanggal 30 November 2014 di Taman Balai Kota Bandung. SPECTAday dihadiri oleh Bapak Walikota Ridwan Kamil. Secara umum, rangkaian acara SPECTAday adalah:

1. Penegakkan Perda K3. Seperti diketahui bahwa mulai tanggal 1 Desember 2014, Bandung akan menegakkan Perda K3. Apabila menjalankan program K3 (tidak membuang sampah sembarangan) akan diberikan reward. Namun, apabila membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda uang yang nominalnya berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 50 juta. Waduh, besar banget dendanya. Huhuhu.

Sanksi buang sampah sembarangan
Photo by: @sayangbandung

2. Launching super @hero_bandung PRABU. Superhero identik dengan seorang pahlawan yang menegakkan kebenaran dan keadilan. Demikian juga dengan PRABU. PRABU adalah superhero yang akan menegakkan kedisiplinan Perda K3. PRABU bertugas mengawasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan. PRABU juga mengecek adanya tempat sampah pada mobil. Kalau dulu security hanya mengecek barang berbahaya pada mobil, sekarang PRABU mengecek tong sampah pada mobil.

PRABU
photo by: @hero_bandung

3. Launching Taman Jagoan
4. Apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat aktif dalam memberikan solusi menuju Bandung yang lebih indah dan bersih
5. CSR Bank Mandiri Syari'ah (gala dinner)
6. Presentasi enam kawasan bebas sampah 

SPECTAday dimeriahkan oleh komunitas yang mempunyai visi untuk menciptakan lingkungan kota Bandung yang bersih, indah dan tertib. Salah satu komunitas yang ikut terlibat dalam SPECTAday adalah .BdgBerkebun. Sebagai komunitas lingkungan yang ingin mewujudkan Green Cities, .BdgBerkebun sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara SPECTAday. Meskipun waktunya berbarengan dengan program Bandung Belajar Berkebun, .BdgBerkebun tetap terlibat dalam acara SPECTAday. Dalam stand, .BdgBerkebun memberikan sosialisasi mengenai program .BdgBerkebun seperti Bandung Belajar Berkebun. Selain itu, .BdgBerkebun juga menjual benih dan media tanam untuk mengajak berkebun warga di kota Bandung dan menjadi urban farmer. Mengajak warga Bandung untuk berkebun di rumah masing-masing dengan berbagai metode bertanam yang sesuai dengan luas lahan rumahnya masing-masing. Bisa hidroponik atau vertikultur. Sehingga akan terwujud ketahanan pangan Bandung yang tangguh.

Sempet-sempetnya selfie :))
Photo by: Dwi
Overall, .BdgBerkebun senang dapat berpartisipasi dalam acara SPECTAday. Semoga Bandung dapat mewujudkan kebersihan, keindahan dan ketertiban. Tidak ada masalah lagi tentang sampah (sampah bertebaran di jalan, penggunaan dan pemanfaatan sampah maupun masalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah). Terima kasih Bandung Clean Action atas undangannya.

Salam Bandung Berkebun

Text by: Rizka

[BBB #3 Minggu 4] Gizi dan Pentingnya Sayuran bagi Manusia

Program Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) minggu keempat dilaksanakan pada tanggal 23 November 2014 di kebun Tubagus Ismail. Bisa dibilang pertemuan keempat BBB #3 merupakan edisi spesial. Kenapa? Pertama, karena pematerinya berasal dari luar .BdgBerkebun, yaitu Rumah Zakat. Rumah Zakat memang menjalin kerjasama dengan .BdgBerkebun demi menyukseskan program BBB #3. Kebetulan juga Rumah Zakat memiliki program yang mirip dengan .BdgBerkebun, yaitu ketahanan pangan. Kedua, karena BBB #3 minggu keempat berbarengan dengan Pasar Seni ITB yangmana .BdgBerkebun ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bersyukur BBB #3 minggu keempat berjalan lancar meskipun pesertanya makin sedikit dan waktu keberjalannya lebih cepat daripada biasanya.

Seperti biasa kegiatan diawali dengan berkebun pada bedengan kelompok masing-masing. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, memindahkan bayam dari seeding tray (tempat penyemaian) dan menyiram tanaman.

Duh, Winda
Photo by: Rully
Caesimnya rapat sekaliii
Photo by: Rully

Usai berkebun, Kang Adim dari Rumah Zakat memberikan materi tentang "Gizi dan Pentingnya Sayuran bagi Manusia". Kang Adim membawa sebungkus aneka sayuran yang merupakan bahan dasar untuk memasak sop. Adapun sayurannya adalah wortel, tomat, kentang, brokoli dan jamur. Selain sayuran yang dibawa sampelnya, Kang Adim juga menjelaskan sayuran bayam dan kangkung yang sedang ditanam pada bedengan.

Pesertanya serius pisan
Photo by: Nugraha

Sebelum menjelaskan aneka sayuran, Kang Adim bercerita bahwa sebenarnya tidak banyak telur cacing saat dipanen di kebun. Telur cacing menjadi banyak justru saat didistribusikan dari kebun ke pasar. Kang Adim juga menyarankan untuk tidak menyimpan sayuran dalam lemari es lebih dari 2x24 jam. Disarankan pula untuk tidak menyimpan sayuran dalam freezer dan usahakan suhunya sekitar 8 derajat Celcius.

Wortel

Wortel yang dapat dimakan adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel mengandung vitamin A, beta Karoten, karatenoid, pectin dan Kalium. Vitamin A dan Beta Karoten bersifat antioksidan yang berguna untuk kesehatan mata dan membantu sistem kekebalan tubuh. Karatenoid berguna untuk regulasi gula darah. Pectin berguna untuk menurunkan kolesterol darah. Kalium berguna untuk menetralkan asam dalam darah.

Cara mengolah dan mengonsumsi wortel:

Wortel dapat dikonsumsi mentah, dimasak atau diminum seperti juice. Lebih direkomendasikan untuk memakannya langsung (mentah) karena bahan kimia yang bersifat antioksidan dalam wortel dapat mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung. Apabila dimasak, polifenol, vitamin A dan beta karoten yang terdapat dalam wortel akan rusak.

Tomat

Tomat mengandung lycopene yang berfungsi untuk mengurangi resiko penyakit jantung. Tomat juga mengandung antioksidan untuk mencegah kanker dan penyakit kronis lainnya.

Cara mengolah dan mengonsumsi tomat:

Tomat sebaiknya dimasak sebelum dimakan. Karena tomat yang dimasak akan menyerap lycopene yang mampu melawan sel-sel kanker. Jumlah lycopene dalam tomat lebih baik diserap tubuh apabila dimasak dengan sedikit minyak daripada dimakan mentah. (sumber: tempo.co)

Bayam

Berdasarkan sumber hidupsehatonline terdapat fakta menarik tentang bayam!!!

  1. Bayam segar yang baru dicabut dari persemaian mengandung senyawa nitrit sebanyak 5 mg/kg. Apabila disimpan dalam lemari es selama 2 minggu, kadar nitritnya akan meningkat sampai 300 mg/kg. Jika disimpan 1 hari, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%). (John S Wishnok)
  2. Bayam mengandung zat besi berupa Fe2+ (ferro). Jika terlalu lama dengan O2, Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Zat besi yang berguna bagi tubuh hanya ferro. Ferri hanya bersifat toksik pada bayam. Jadi, apabila bayam dipanaskan, akan berlaku oksidasi tersebut.
  3. Mengonsumsi bayam tidak boleh lebih dari 5 jam karena bayam mengandung zat ferro. Selain itu, bayam juga mengandung Nitrat (NO3) dan dapat berubah menjadi Nitrit (NO2) kalau diudara. Nitrit merupakan senyawa tidak berwarna, tidak bau dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
  4. Efek toksik (racun) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb).
  5. Methemoglobin (ikatan nitrit dengan hemoglobin) dapat mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis (suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia akan kekurangan oksigen). Pada bayi, keadaan ini dikenal dengan nama "Blue Baby". Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.
  6. Disarankan untuk tidak menggunakan panci aluminium/teflon saat memasak bayam karena aluminium bereaksi dengan zat besi pada bayam yang dapat menimbulkan racun.

Cara mengolah dan mengonsumsi bayam:

Sebaiknya bayam dimasak supaya kandungan zat besi, hemoglobin, kalsium dalam bayam tetap utuh. Sangat dianjurkan juga untuk langsung memasak bayam segar tanpa disimpan terlalu lama dalam lemari es.

Kangkung

Kangkung mengandung banyak serat pangan yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol darah, mampu mengikat empedu, mengurangi resiko kanker dan melancarkan pencernaan.

Cara mengolah dan mengonsumsi kangkung:

  1. Cuci kangkung lalu potong-potong karena vitamin yang dimakan hanya 10%.
  2. Proses memasak kangkung sebaiknya tidak terlalu lama karena kangkung mudah berubah warna sehingga vitaminnya akan rusak.
  3. Tumis menggunakan api besar karena api yang kecil akan memerlukan waktu yang lama dalam proses pematangannya.
  4. Tutup panci supaya penguapannya cepat.

Kentang

Kentang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kentang mengandung vitamin (A, B kompleks, C), mineral (besi, mangan, magnesium, fosfor, tembaga, kalium), antioksidan, sumber serat yang baik sehingga dapat memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, radang usus, kanker dan mengurangi penyerapan kolesterol makanan.

Cara mengolah dan mengonsumsi kentang:

Pengolahan kentang disarankan untuk tidak mengupas kulitnya. Cukup digosok dan dicuci karena kulit kentang mengandung serat dan vitamin. Kentang dapat diolah dengan dikupas, dipotong-potong, direbus atau dijadikan perkedel.

Brokoli

Brokoli mengandung vitamin C, magnesium, antioksidan untuk mencegah kanker. Brokoli juga mengandung klorofil yang hampir sama dengan Hemoglobin.

Cara mengolah dan mengonsumsi brokoli:

Sebaiknya brokoli dimakan mentah karena brokoli mengandung klorofil yang dapat berkurang apabila dimasak terlalu lama. Brokoli mentah mengandung enzim myrosinase yang terurai menjadi sulforaphane, senyawa yang dapat mencegah kanker dan sakit maag. Apabila dimasak akan dapat merusak myrosinase.

Brokoli juga dapat dimasak. Untuk menjaga kualitas klorofil pada brokoli saat dimasak, sebaiknya brokoli dicuci dengan air. Brokoli dapat disimpan dalam lemari es tapi jangan disimpan terlalu lama. Setelah itu, rendam brokoli dengan air panas sebelum memasak. Campurkan dengan bumbu dan bahan lainnya dan pastikan bahan yang tercampur paling akhir karena kondisinya setengah matang.

Jamur

Jamur bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi karena jamur mengandung banyak protein, vitamin, mineral, asam amino, antioksidan dan antibiotik alami. Akan tetapi, tidak semua jamur bermanfaat bagi tubuh. Ada pula yang mengandung racun. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membeli dan mengonsumsi jamur.

Cara mengolah dan mengonsumsi jamur:

Jamur harus dimasak terlebih dahulu baik ditumis, dipanggang atau direbus agar kandungan potassium-nya tetap terjaga.

Kang Adim sedang memberikan materi
Photo by: Rully

Materi minggu keempat BBB #3 memang lebih singkat dari biasanya. Namun, materi yang disampaikan Kang Adim dari Rumah Zakat sangat bermanfaat bagi peserta dan panitia Bandung Belajar Berkebun. Terima kasih Kang Adim. Terima kasih Rumah Zakat.

Referensi selain materi Kang Adim:

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/03/060526760/Sayuran-Ini-Sebaiknya-Dimasak-Atau-Dimakan-Mentah
http://hidupsehatonline.com/tentang-bayam/html
http://keranjanginfo.com/tag/cara-tepat-mengolah-brokoli/

Salam Berkebun! Digali! Ditanam! Disiram!

Text by: Rizka

Nov 27, 2014

.BdgBerkebun dan Kemeriahan Pasar Seni ITB 2014

credit

Pada tanggal 23 November 2014, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB mengadakan pagelaran seni terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Seni ITB. Pasar Seni yang ke-11 diadakan di kampus ITB tepatnya Jl Ganesha. Pada hari itu, Jl Ganesha ditutup dan jalan pun dialihkan. Kemacetan juga terjadi saat itu. Meskipun demikian, para pengendara angkutan umum harap maklum dengan acara yang diadakan sekali dalam empat tahun tersebut.

Lautan pengunjung pun memenuhi kampus ITB. Meskipun mendung kelam dan hujan deras tak menghalangi antusiasme pengunjung menghadiri Pasar Seni. Bahkan, founder .BdgBerkebun yang sekarang diamanahi Walikota Bandung, Pak Ridwan Kamil dan istrinya Ibu Atalia rela berpayung-payung menembus stand Pasar Seni.

credit
Romantisnya Pak Walikota Bandung dan istri di Pasar Seni

Pasar Seni 2014 diisi lebih dari 300 stand produk, seni, kuliner dan komunitas. Salah satu dari stand tersebut diisi oleh stand .BdgBerkebun. BdgBerkebun baru pertama kali mengisi stand Pasar Seni. Ya ialah, BdgBerkebun baru diresmikan sekitar tahun 2011 sementara event terakhir Pasar Seni tahun 2010. Berhubung .BdgBerkebun baru pertama kali mengisi stand Pasar Seni, tim .BdgBerkebun sudah mempersiapkannya jauh hari sebelumnya oleh Nurul selaku PJ Pasar Seni dari .BdgBerkebun. Sehari sebelum perhelatan berlangsung, tim .BdgBerkebun sudah menghias stand No 8 dengan dekorasi ala urban farmer. Walaupun demikian, ada kepesimisan diantara .BdgBerkebun terhadap acara Pasar Seni. Ada kekhawatiran pengunjung stand .BdgBerkebun sepi, produk yang dijual kurang laris, dll. Maklumlah pengunjung Pasar Seni kan bervariasi dan tidak semuanya interest dengan berkebun.

Hari keramat pun tiba…

Kebetulan event Pasar Seni 2014 bersamaan dengan program Bandung Belajar Berkebun. Alhasil, tim .BdgBerkebun mengatur personilnya untuk menjaga stand di Pasar Seni. Sekitar jam 09:00, beberapa orang dari tim .BdgBerkebun meninggalkan kebun Tubagus Ismail, tempat berlangsungnya Bandung Belajar Berkebun, menuju Pasar Seni ITB. Saat itu, Pasar Seni baru diresmikan oleh Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Setelah diresmikan, pengunjung mulai mengunjungi stand-stand Pasar Seni. Stand .BdgBerkebun pun mulai ramai dikunjungi pengunjung. Diantara pengunjung ada yang membeli produk .BdgBerkebun (benih, media hidroponik, media tanam, dll), ada yang ber-photobooth, ada juga yang bertanya-tanya seputar berkebun dan aktivitas .BdgBerkebun. Menjelang siang hari, hujan membasahi Pasar Seni bahkan stand .BdgBerkebun bocor karena rembesan air. Akan tetapi, antusias pengunjung terhadap stand .BdgBerkebun cukup tinggi. Sembari berteduh, pengunjung menanyakan tata cara menanam, seluk beluk .BdgBerkebun dan akhirnya mereka membeli produk .BdgBerkebun.

BdgBerkebun ikutan narsis, hehehe

Menjelang sore, stand .BdgBerkebun semakin ramai dikunjungi. Beberapa produk yang dijual sudah habis. Meskipun beberapa pengunjung kecewa karena tidak dapat membeli produk yang diinginkan, tetap saja banyak yang masih antusias dengan benih, cara menanam benih dan media hidroponik.

Pengunjung yang ber-photobooth juga makin ramai. Dengan menggunakan caping ala petani dan barang-barang pelengkap yang bertema urban farmer, penampilannya tampak "kekinian" saat berfoto. Beberapa diantaranya juga meng-upload foto saat mengunjungi stand .BdgBerkebun kemudian mem-follow dan mention akun twitter & instagram @BdgBerkebun.
 
Testimonial pengunjung stand BdgBerkebun

Ternyata rasa pesimis .BdgBerkebun beberapa hari sebelumnya tidak terjadi. Justru melalui Pasar Seni ITB 2014, banyak kegembiraan dan kepuasan yang kami rasakan. Dengan berpartisipasinya .BdgBerkebun pada Pasar Seni ITB 2014, .BdgBerkebun mendapat omset penjualan produk yang lumayan. Akun media sosial sebagai media campaign juga ramai dengan bertambahnya follower. Bahkan, sehari setelah Pasar Seni, banyak yang menghubungi anggota .BdgBerkebun untuk join dan menjadi bagian dari .BdgBerkebun. Selain itu, ada juga yang menghubungi anggota .BdgBerkebun untuk membeli produk (contoh: benih). Wuah, .Bdgberkebun bersyukur sekali menjadi bagian dari Pasar Seni ITB 2014. Terima kasih kepada panitia Pasar Seni ITB 2014 yang telah mengundang .BdgBerkebun untuk menjadi bagian dari Pasar Seni ITB 2014. Kami sangat senangggg…

Testimonial tim .BdgBerkebun

Salam Bandung Berkebun

Penulis: Rizka

Nov 22, 2014

[BBB #3 Minggu 3] Pembuatan Pupuk Bokashi dan Pestisida Nabati

Minggu ketiga Bandung Belajar Berkebun #3 (BBB #3) dilaksanakan pada tanggal 16 November 2014 di tempat biasa yaitu kebun Tubagus Ismail. Meskipun disambut gerimis mengundang pada pagi hari, kami masih semangat mengikuti rangkaian acara BBB #3.

Acara dimulai jam 8:10 WIB yang dibuka oleh Dwi selaku penanggungjawab acara BBB #3. Setelah itu, kami memulai ritual acara pembuka yang tak lain adalah "bermain-main" di bedengan. Membersihkan gulma, membolak-balikan tanah, menanam benih, memindahkan bibit bayam yang telah disemai dan menyiram tanaman.

"Bermain-main" di bedengan tercintah




Usai "bermain-main" di bedengan, peserta BBB #3 dikumpulkan untuk diberikan materi. Materi minggu ketiga seru banget loh tentang pembuatan composting pupuk bokashi dan pestisida nabati. Tak hanya pengarahan materi tapi juga praktek pengolahannya. Ketujuh kelompok BBB #3 membawa bahan dan peralatan dari rumah masing-masing. Ada yang membawa bumbu dapur, peralatan seperti botol, gunting, pisau, dll. Ada juga yang membawa bahan yang membutuhkan perjuangan saat membawanya yang tak lain adalah sampah organik. Makasih loh ya sudah membawa sampah organik yang baunya surgawi itu. ^.^

Cara pembuatan composting (pupuk bokashi) itu begini loh…

Materi composting diberikan oleh Kang Galih. Beliau menjelaskan bahwa pupuk bokashi itu sebenarnya dapat diolah sendiri dengan menggunakan sampah organik dan mikroorganisme decomposer. Proses pembuatan pupuk bokashi berlangsung selama 1-14 hari. Biasanya proses pembuatan pupuk bokashi lebih cepat daripada pengomposan konvensional.

Pupuk bokashi pertama kali popular di Jepang. Menurut istilah bokashi berasal dari Bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Dalam pembuatan pupuk bokashi dibutuhkan mikroorganisme decomposer yang bernama EM4. Larutan EM4 yang dipopulerkan oleh Prof Teruo Higo di Jepang dapat mengurai sampah organik dengan cepat. Mikroorganisme yang terkandung dalam EM4 terdiri dari bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes dan ragi. (Sumber: alamtani.com)
Galih memberikan materi
Bahan:
  1. Sampah organik (basah/kering) berwarna coklat yang banyak unsur karbon. Perbandingan sampah organik kering : basah adalah 4:1 
  2. Dedak 
  3. Sekam bakar yang mengandung bakteri microsom (fotosintesis asam laktat) untuk media tumbuh  
  4. 2 ml larutan EM4 untuk kesuburan tanah 2 sendok gula merah/glukosa untuk mengaktifkan microorganisme

Alat:
  1. Wadah untuk menyimpan pupuk bokashi
  2. Termometer untuk mengecek suhu bokashi

Langkah:
  1. Campurkan sampah organik, dedak dan sekam bakar
  2. Aduk bahan tersebut secara merata selama ±30 menit
  3. Tuangkan 2 ml EM4 untuk kesuburan tanah
  4. Campurkan 2 sendok gula merah/glukosa ke dalam wadah yang sudah dibolongi untuk pupuk cair
  5. Cek termometer sampai suhu menunjukkan 40 - 45 derajat Celcius
  6. Tutup dan simpan bokashi pada tempat yang teduh untuk memperbanyak microorganisme sehingga mudah terurai

Info penting!!!

Saat pembuatan pupuk bokashi harus memperhatikan temperatur (40 – 45 derajat Celcius), siklus udara, pH (6 – 6.8) dan kelembaban (tidak boleh > 40)

Mencampurkan bahan pupuk bokashi

Nah, kalau pembuatan pestisida nabati begini caranya…

Materi pembuatan pestisida nabati disampaikan oleh Teh Sri. Teh Sri menjelaskan bahwa pestisida nabati mulai digalakkan lagi mengingat penggunaan pestisida nabati yang baik untuk kesehatan. Pestisida yang berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida yang berarti obat digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Pestisida nabati merupakan pestisida ramah lingkungan dan penyusunnya dari alam. Pembuatan dan penggunaan pestisida nabati pun mudah dilakukan karena bahan-bahan yang diperlukan banyak tersedia di pasar.

Pengendalian hama terpadu:
  1. Pengendalian secara mekanik (hama dibuang langsung menggunakan tangan atau dibersihkan manual)
  2. Pengendalian secara fisik (adanya modifikasi lingkungan seperti menggunakan cahaya atau meningkatkan kelembaban)
  3. Pengendalian secara biologi (menggunakan musuh alami atau predator hama)
  4. Pengendalian secara budidaya (contoh: pengendalian dengan cara tumpang sari)
  5. Pengendalian secara kimia (menggunakan bahan alami yang bisa dijadikan pestisida)
Sri memberikan materi

Bahan:
  1. 1 siung bawang merah
  2. 1 siung bawang putih
  3. 1 sendok teh bubuk cabe.
  4. Sabun cair

Alat:
  1. Pisau
  2. Botol aqua 1.5 liter
  3. Sendok kecil
  4. Sprayer
  5. Gunting

Langkah:
  1. Iris bawang merah dan bawang putih dengan tipis
  2. Rendam bawang merah dan putih yang telah diiris serta bubuk cabe ke dalam air aqua
  3. Tuangkan sabun cair dan air ke dalam botol aqua kemudian diamkan selama 1 jam
  4. Saring larutan ke dalam kain furing/tempayan kemudian tuangkan ke dalam sprayer

Info Penting!!!
  1. Pestisida menggunakan sabun cair untuk meluruhkan zat lilin yang ada dalam hama. Sehingga zat yang terdapat dalam bawang dan cabe bisa masuk ke hama.
  2. Cabe memiliki zat capsicin untuk memberikan rasa yang tidak enak untuk hama. Sehingga hama tidak mengganggu tanaman.

Kaka-kaka cantik sedang membuat ramuan pestisida nabati
huehueheeheeee
Usai materi diadakan tanya jawab dan perkenalan peserta BBB #3 yang baru datang pada minggu ketiga. Bisa dibilang pertemuan ketiga merupakan acara BBB #3 yang paling seru dan asyik. Walaupun rempong membawa alat & bahan dari rumah, sedikit gerimis pada pagi hari tapi acaranya ngga boring dan seruuuuuuuuuuuuu sekali.

Perkenalan peserta baru BBB #3
Acara penutup ritual "foto bareng"

Salam Berkebun. Digali! Ditanam! Disiram!

Penulis: Rizka
Fotografer: Yoga
Pemateri: Galih dan Sri

Nov 13, 2014

[BBB #3 Minggu 2] Menanam Kangkung dan Memahami Prinsip Pertanian Organik

Pelaksanaan Bandung Belajar Berkebun season #3 (BBB #3) minggu kedua dilaksanakan pada Minggu, 9 November 2014. Jam 08:00 WIB pagi kebun Tubagus Ismail sudah ramai oleh .BdgBerkebun dan peserta BBB #3. Kemudian Velly selaku wakil koordinator .BdgBerkebun membuka BBB #3 minggu kedua tersebut.

Peserta BBB #3 minggu kedua dihadiri sekitar 40 orang. Ada yang sudah hadir minggu sebelumnya, ada juga peserta yang baru hadir minggu kedua. Tapi semua wajahnya berseri-seri menunjukkan semangatnya mengikuti rangkaian acara BBB #3 minggu kedua.

Seperti minggu sebelumnya, BBB #3 dimulai dengan terjun bebas ke bedengan. Peserta yang telah dibagi menjadi 7 kelompok langsung merapikan bedengan, membuang gulma dan membolak-balikan tanah. Kemudian bedengan tersebut ditanam benih kangkung. *plus benih kacang panjang juga sih.

Kelompok 1 BBB #3

Kelompok 2 BBB #3

Duh, kelompok 3 BBB #3 sadar kamera semua euy

Kelompok 4 BBB#3 asa mentoring ya?

Semangat banget kelompok 5 BBB #3


Fasil Kelompok 6 BBB #3 menjelaskan dengan berapi-api

Kelompok 7 BBB #3

Ada perbedaan signifikan antara menanam benih kangkung dengan bayam. Benih bayam harus dilakukan penyemaian terlebih dahulu, sedangkan benih kangkung dapat langsung ditanam ke bedengan. Kok bisa ya kangkung langsung ditanam ke bedengan? Bisa donk. Kangkung itu seperti batu karang yang tetap kokoh di lautan. Sedangkan bayam itu ibarat rumah laba-laba yang disentuh langsung rapuh berkeping-keping. Saat hujan tiba, kangkung masih kuat sedangkan bayam langsung tumbang dan rapuh.

Langkah pengolahan lahan dan penyemaian bayam sudah dijelaskan pada pertemuan minggu pertama di sini. Selanjutnya untuk menanam kangkung dijelaskan pada minggu kedua. Cara menanam kangkung lebih simple daripada bayam. Ya ialah, kan ngga disemaikan terlebih dahulu.

Langkah menanam benih kangkung

  • Persiapkan bedengan yang telah diolah dan dicampurkan pupuk bokashi plus sekam.
  • Buat lubang tanam yang berjarak kira-kira 10 x 10 cm dengan kedalaman ±5 cm yang akan digunakan untuk meletakkan benih.
  • Isi lubang dengan 2-4 bijih benih kangkung kemudian tutup lubang dengan tanah.
  • Lakukan penyiraman secara rutin. Perlu diketahui kangkung sangat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Kurangnya penyiraman akan mengakibatkan kangkung menjadi mati.

Seperti diketahui minggu pertama sudah dilakukan penyemaian bayam. Sayangnya tidak semua kelompok berhasil melakukan penyemaian. Bahkan beberapa kelompok tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda pertumbuhan bayam. Sedih ya? Untuk mengantisipasi kegagalan tersebut, .BdgBerkebun memberikan solusi kepada tiap peserta. Setiap peserta diberi tugas untuk merawat benih bayam di rumah masing-masing. Peserta diberi segelas aqua plastik untuk menyemai bayam yang kemudian dibawa pulang oleh peserta. Gelas aqua yang telah dilubangi di bawahnya, diberi tanah yang dicampur dengan arang sekam dan bokashi. Kemudian ditaburi benih bayam. Harapannya semua benih bayam dapat tumbuh karena sudah dirawat oleh tiap peserta.

Selesai bertanam, peserta dikumpulkan untuk berdiskusi dan sharing materi. Saat itu, Kang Galih dan Kang Fajar mendapat giliran untuk memberikan materi tentang pertanian organik. Pertanian organik mulai booming kembali di seluruh dunia seiring dengan penerapan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Iya, pertanian organik yang dibudidayakan dengan menggunakan bahan-bahan alami akan lebih sehat daripada menggunakan bahan kimia sintetis.

Pertanian organik merupakan suatu sistem produksi pertanaman yang berdasarkan daur ulang secara hayati. (Rachman Sutanto, 2002)

Duo mentor of this season

Menurut International Federation of Organic Agriculture Movements (2010), prinsip-prinsip pertanian organik terdiri dari 4 aspek:

Prinsip dasar pertanian organik

  • Healthy: pertanian organik dapat meningkatkan kesehatan manusia, tanah, tanaman, hewan dan bumi yang saling berhubungan. Sayuran organik yang ditanam tidak memiliki unsur asing yang dapat mengganggu kesehatan.
  • Ecology: pertanian organik berdasarkan sistem ekologi dan dapat bekerja sama dengan alam.
  • Fairness: pertanian organik harus memperhatikan keadilan antara alam, manusia dan makhluk lain untuk menyehatkan alam.
  • Care: pertanian organik harus dikelola dengan tanggungjawab dan peduli terhadap kesehatan alam & lingkungan.

Pertanian organik menggunakan 95% bahan organik. Ada beberapa teknis yang perlu diperhatikan dalam pertanian oraganik.

Teknik pertanian organik

  1. Media penyemaian. Media penyemaian menggunakan tanah dan sekam bakar. Masukkan benih ke dalam media penyemaian. Beberapa hari kemudian akan muncul daun kotiledon yang merupakan daun dalam fasa embrio. Lama-lama daun-daun menjadi banyak dan muncullah daun sejati.
  2. Penyapihan. Jika telah muncul daun sejati yang berjumlah 4 daun, lakukanlah penyapihan. Penyapihan merupakan pemindahan bibit ke lahan besar. Umur pemindahan bibit ke lahan bervariasi. Biasanya caesim, bayam sekitar 1 minggu sedangkan cale yang dijuluki "the king of vegetables" sekitar 3 bulan.
  3. Bedengan. Bedengan berfungsi untuk melindungi tanaman dari banjir dan mencegah hama & gulma. Untuk menghindari gulma dapat menggunakan plastik mulsa yang berwarna silver lalu plastik mulsa ditutup di atas bedengan. Manfaat plastik mulsa lainnya adalah untuk menjaga kestabilan temperatur dan kelembapan tanah, mencegah evaporasi, mencegah erosi. Selain itu, plastik mulsa yang berwarna silver dapat meloloskan spektrum cahaya.
  4. Pemupukan. Pemupukan dilakukan pada awal membuka lahan. Selain itu, pemupukan juga dapat dilakuakan secara rutin dengan memberikan tambahan pupuk selama 2 minggu sekali.
  5. Penyiraman. Penyiraman yang ideal dilakukan sebanyak dua kali yaitu pagi dan sore hari sekitar jam 16:00. Penyiraman pagi hari berguna untuk fotosintesis sedangkan penyiraman sore hari untuk transfer makanan. Penyiraman dapat dilakukan dengan shallow water dengan sedikit air dan dapat juga dengan deep water.
  6. Pengendalian hama. Saat menanam tanaman, tidak hanya menanam satu jenis tanaman (monokultur) tapi juga menanam berbagai jenis tanaman yang saling menguntungkan (pengendalian hama, perlindungan dari bakteri, dll) satu sama lain. Akibatnya terjadi companion yang dapat berkompetisi atau bersimbiosis. Jika bersimbiosis mutualisme sih ngga masalah. Namun, jika saling berkompetisi tentu akan merugikan. Untuk mengendalikan kompetisi hama, dapat menggunakan insect trap yang ramah lingkungan. Insect trap menggunakan prinsip reduce, reuse & recycle. Penggunaan insect trap apabila serangan hama sudah cukup parah dan beresiko menjebak predator. Menanam bunga yang cerah seperti bunga matahari dapat menjadi predator alam matahari.

Begitulah materi minggu kedua BBB #3. Bermacam-macam ekspresi mimik peserta usai materi minggu kedua BBB #3. Untuk menguji kepahaman peserta terhadap materinya, tim .BdgBerkebun mengadakan quiz berhadiah benih kepada peserta. Senangnya semua pertanyaan yang dilontarkan .BdgBerkebun selalu ada satu peserta yang mampu menjawabnya. Hore…

Ekspresi peserta saat mendengarkan materi dari Kang Galih

Dengan berakhirnya quiz berhadiah benih, maka berakhirlah BBB #3 minggu kedua. Eits, sebelum pulang diadakan foto bersama dengan semua tim .BdgBerkebun dan peserta BBB #3. Tak lupa jargon Bandung Berkebun diucapkan bersama-sama. Digali, Ditanam, Disiram!!!


Salam Berkebun. Digali! Ditanam Disiram!

Penulis: Rizka (@rizka2701)
Fotografer: Vika (@ndshw)
Pemateri: Galih dan Fajar dari @kebunbond